EKONOMIKORPORAT

BPKN Inisiasi Penghargaan Koorporat Pelindung Konsumen

Raksa Nugraha Indonesia Consumer Protection Award diberikan kepada pelaku usaha atau koorporat.

Jakarta Review – Demi memaksimalkan pemahaman konsumen dan pelaku usaha terhadap perlindungan konsumen meski aturannya sudah berlaku sejak 1999 menginisiasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menelurkan program penghargaan bernama “Raksa Nugraha Indonesia Consumer Protection Award”. Anugerah ini diberikan kepada pelaku usaha atau koorporat.

Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN Arief Safari menjabarkan, sejak UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsume mulai diundangkan hingga saat ini yang lebih dari 20 tahun masih banyak masyarakat dan pelaku usaha belum mengetahui hak dan kewajibannya. Ketidaktahuan ini menurutnya menyebabkan banyak terjadi insiden pelanggaran hak konsumen, namun kesadaran konsumen mengadukan permasalahannya masih rendah.

Arif menjelaskan, Raksa Nugraha untuk kegiatan penghargaan perdana pada tahun ini dengan tahap awal untuk membangun skema penilaian, sosialisasi, dan penilaian kepada pelaku usaha. Sedagkan tahun kedua, yakni 2020, Raksa Nugraha ditargetkan tak hanya menilai pelaku usaha, tetapi juga Pemda.

“Tahun ketiga (2021) dan tahun selanjutnya penilaian akan terus berkembang sesuai dengan kondisi yang ada,” tunjuknya.

Mantan Dirut Sucofindo ini menuturkan, penilaian Raksa Nugraha memakai model bisnis kinerja unggul Malcolm Baldridge National Quality Award (MBNQA) dengan pendekatan pemeringkatan. Ada kuesioner sebagai instrumen penilaian yang disusun berdasarkan pendekatan MBNQA dengan penilaian kriteria dengan konsep ADLI (Approach Deployment, Learning, Integration). Penilaian ini akan menempatkan pelaku usaha yang dinilai masuk dalam kelompok rating platinum, gold atau silver.

“Namun penekanan penilaiannya ini lebih menitikberatkan pada sistem perindungan konsumen yang direncanakan, diterapkan dan ditingkatkan secara berkelanjutan oleh pelaku usaha,”

Dia menyebut, BPKN membuka kesempatan bagi pelaku usaha yang ingin mengikuti rating penilaian secara gratis dengan mengisi/mengirimkan aplikasi ke raksanugraha.bpkn.go.id. Untuk target peserta tahun ini baru 100 perusahaan yang diprediksi bakal ikut.

Sementara Wakil Ketua BPKN Rolas Sitinjak menambahkan, program Raksa Nugraha diyakini bisa menambah kesadaran dan keberpihakan pemangku kepentingan terhadap perlindungan konsumen sehingga ikut pula mengoptimalkan peran tiap lembaga.

Berpengalaman sebagai advokat pembela konsumen, Rolas meyakini, rendahnya kesadaran konsumen dan pelaku usaha terhadap perlindungan konsumen juga dikarenakan komitmen pemerintah hingga pemda dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen masih rendah. “Hal ini membuat BPKN menciptakan terobosan penghargaan Raksa Nugraha. Raksa berarti penjaga atau pemelihara sedangkan Nugraha adalah anugerah atau kurnia, sehingga artinya adalah penjaga anugerah yang berarti sebagai pelindung konsumen karena Konsumen adalah anugerah,” urainya.

Tokoh perlindungan konsumen yang sedang menyelesaikan gelar doktor Ilmu Hukum di Universitas Trisakti ini mengungkapkan, penganugerahan Raksa Nugraha ini akan meningkatkan citra perusahaan sebagai pelaku usaha yang bertanggungjawab dan peduli terhadap konsumennya. “Sehingga meningkatkan loyallitas konsumen lama sekaligus meningkatkan ketertarikan dari konsumen baru,”ulasnya.

Dia bercerita, dalam anugerah ini, apabila nanti perusahaan tersebut penilaiannya dianggap layak diminta mengisi kuesioner, kemudian diundang untuk mempresentasikan didepan panel mitra penyelenggara dalam hal ini Indonesia Institute For Corporate Governance (IICG) dan majalah SWA serta mitra kerjasama lainnya seperti YLKI, Mastan dan Kementerian/Lembaga teknis.

“Acara ini juga bertujuan mengingatkan konsumen membangun pemahaman dan kesadaran atas hak-haknya,” imbuh dia.

Tags

Artikel Terkait

Close