BUMD

Ajak Perwakilan Peternak Ayam, PT Food Station Jajaki Pengadaan Jagung di Lombok

Direktur Utama Arief Prasetyo Adi dan Direktur Operasional Frans M. Tambunan saat melakukan survei lahan jagung di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. (13/2). Kunjungan yang dijadwalkan hingga 15/2 tersebut dilakukan untuk menjajaki kerjasama pengadaan jagung dengan petani di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Setelah melakukan kunjungan kerja di Kendari, PT Food Station Tjipinang Jaya kembali melakukan penjajakan pengadaan jagung ke daerah Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, 13 Februari 2018.

Hal ini dilakukan untuk menstabilkan harga jagung di Jakarta dan membantu menyediakan pakan ternak bagi supplier telur ayam di Blitar. Karena itu dalam kunjungan yang dijadwalkan mulai tanggal 13-15 Februari 2019 ke berbagai sentra produksi jagung yang ada di Lombok ini, PT Food Station juga mengikutsertakan Ki Musbar Mesdi, Presiden Peternak Layer Nasional (PLN) sebagai perwakilan peternak telur ayam yang ada di Blitar.

“Potensi Lombok sebagai pemasok jagung untuk kebutuhan warga Jakarta karena itu kami datang kesini untuk menjajaki peluang kerjasama,” ujar Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi.

Melalui penjajakan kerjasama ini, Arief ingin bisa terjalin sinergi yang saling menguntungkan antara kedua pihak.

“Kami ingin membantu petani jagung di Lombok untuk mendapatkan kesejahteraan dengan harga jagung yang terbaik, sementara itu disisi lain stabilitas harga telur ayam di Jakarta bisa terpenuhi karena supplier ayam di Blitar sebagai pemasok telur ayam terbesar ke Jakarta bisa mendapatkan harga jagung yang terjangkau,” tandasnya.

Ki Musbar Mesdi, Presiden Peternak Layer Nasional (PLN) mengatakan jagung yang merupakan bahan pakan utama dalam pembuatan ransum pakan ayam petelur, karena itu jagung akan sangat berpengaruh terhadap kualitas telur maupun tingkat harga pokok produksinya.

“Ketika harga jagung mahal, maka secara otomatis biaya untuk produksi pakan juga akan meningkat. Hal itulah yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan para peternak layer yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Apalagi harga jagung yang ada di lapangan saat ini sudah melebihi harga jagung yang telah ditetapkan Permendag No.96/2018,” ujarnya.

Sekedar informasi, selama ini anggota yang terhimpun dalam organisasi Peternak Layer Nasional mampu menyuplai kebutuhan telur nasional sebanyak 7 ribu ton setiap harinya. Oleh karena itu, dengan banyaknya peternak layer yang terhimpun dalam organisasi tersebut, maka suplai jagung menjadi nyawa bagi keberlangsungan peternak dalam beternak ayam petelur. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close