BUMD

Ancol Kembangkan Pengelolaan Sampah Secara Mandiri

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebagai pengelola kawasan wisata terpadu berinisiatif untuk mengolah sampah yang berada di kawasan rekreasi secara mandiri. (Republika)

Jakarta Review – Permasalahan sampah merupakan salah satu dampak dari kehidupan. Tidak hanya di kawasan permukiman dan perkantoran, sampah juga menjadi sorotan di kawasan wisata. Terkait hal tersebut PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebagai pengelola kawasan wisata terpadu Taman Impian Jaya Ancol memiliki inisiatif untuk mengolah sampah yang berada di kawasan rekreasi secara mandiri, demikian penjelasan Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Rika Lestari dalam rilis yang diterima Jakarta Review, 6 Oktober 2017.

Rika menjelaskan, dalam implementasinya pengolahan sampah kawasan sudah dimulai sejak tahun 2012 dan diresmikan oleh oleh Gubernur Fauzi Bowo. Tempat pengolahan sampah mandiri “Ancol Zero Waste” ini memiliki luas 360 m2 dan terletak di bagian timur kawasan rekreasi Ancol.

Proses pengolahan sampah tersebut lanjutnya, terdiri dari dua jenis yaitu sampah organik (daun, ranting dan dahan) dan sampah anorganik (plastik). Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang selanjutnya akan digunakan untuk pemupukan dan perawatan taman di area rekreasi dan properti Ancol.

Sampah yang dihasilkan dari unit Atlantis Water Adventure, Dunia Fantasi, Allianz Ecopark, Seaworld Ancol, Putri Duyung Ancol dan Ocean Dream Samudra ini rata-rata berjumlah 122m3 per bulan dan dari jumlah tersebut 80% diantaranya  menjadi pupuk kompos dan sisanya adalah sampah an-organik. Sementara volume sampah yang dihasilkan dari kawasan taman dan pantai berjumlah 45.713 m3 atau rata-rata 3.809 m3 per-bulan, namun saat ini belum dapat diolah secara mandiri karena kapasitas tempat yang belum memadai. Untuk membuat kawasan pantai menjadi bersih dan nyaman, Manajemen mengalokasikan biaya sekitar 40 miliar per tahun.

Volume sampah yang diolah nantinya akan meningkat, karena itu manajemen berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah tidak hanya di kawasan rekreasi tetapi juga properti. Untuk kawasan properti manajemen mengalokasikan biaya sekitar 6,7 miliar setahun dengan volume sampah rata-rata 2.100 m3 perbulan.

“Dengan pengelolaan sampah secara mandiri tersebut, kami berharap Ancol dapat menjadi kawasan wisata terpadu yang terawat, bersih serta peduli terhadap kualitas lingkungan yang lebih baik,” tandasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close