BUMDKORPORAT

Anies Resmikan Masjid Darussa’adah di Pasar Mayestik

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan usai meresmikan Masjid Darussa’adah  di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bersama Anies tampak Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Arifin (kanan) dan Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin (kiri), Selasa (19/12). (Dok Humas PD Pasar Jaya)

Jakarta Review, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Masjid Darussa’adah di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta selatan. Masjid yang terletak di lantai P4 gedung Pasar Mayestik tersebut diresmikan pada Hari  Selasa (19/12) bersamaan dengan peresmian pasar digital (Jakmikro) di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.

“Saya berharap di tempat ini dengan sudah direnovasi masjidnya tidak hanya menjadi kegiatan ibadah dan keagamaan, tetapi juga menjadi tempat untuk kegiatan sosial dan ekonomi bagi para pengusaha, para pedagang di Pasar Mayestik ini,” kata Anies, saat pembukaan selesai.

Menurutnya tidak banyak ruang publik yang tersedia di pasar tersebut. Oleh karena itu ia berharap masyarakat terutama di Pasar Mayestik diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan masjid.

“Harapannya interaksi antar pedagang meningkat. Pelatihan-pelatihan bisa dilaksanakan, kegiatan peningkatan keterampilan bisa dilakukan sehingga masjid berfungsi lebih dari sebagai tempat ibadah tapi juga dia fungsi untuk penumbuhan perekonomian, peningkatan keeratan sosial sehingga masyarakat di Mayestik ini bisa lebih baik,” tandasnya.

Senada dengan Anies, Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin juga menyambut baik pembangunan masjid tersebut. Menurutnya selama ini PD Pasar Jaya sangat concern untuk melengkapi sarana dan prasana yang ada di pasar. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya manajemen untuk menghidupkan pasar dan memanjakan para pedagang dan pengunjung pasar. Selain itu juga sebagai upaya untuk meraih predikat pasar yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Adapun beberapa sarana dan prasarana tersebut misalnya, parkir yang memadai, toilet yang bersih, ruang laktasi, sarana peribadatan seperti mushola dan masjid, pemadam kebakaran, laboratorium, klinik dan taman bacaan dan seterusnya.

“Kami ingin seiring dengan perbaikan sarana dan prasarana pendukung yang ada, akan lebih banyak lagi pasar yang kami kelola mendapatkan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang saat ini baru 13 pasar yang meraih predikat SNI,” cetusnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close