BUMD

Sinergi Dengan OK OCE, Bank DKI Gelar Akad Kredit Massal Kepada UMKM Pemula

PLH Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sandiaga Uno (paling kiri) bersama Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi (kedua dari kiri) dan Direktur Bisnis Bank DKI, Antonius Widodo Mulyono (kedua dari kanan) berdiskusi dengan peserta UMKM binaan OK OCE usai menyaksikan penandatanganan perjanjian kredit oleh 72 pelaku UMKM pemula binaan OK OCE dengan plafon maksimal Rp10 juta di Kantor Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat (23/04). (Dok Humas Bank DKI)

Jakarta Review, Jakarta – Dukung program kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, khususnya dibidang pengembangan UMKM, Bank DKI menyalurkan kredit secara massal kepada 72 UMKM pemula binaan OK OCE. Kredit diberikan dengan maksimal plafon kredit per debitur mencapai Rp10 juta dengan tingkat bunga 7 persen. Hal tersebut merupakan salah satu bagian dari implementasi misi Bank DKI dalam menjadi Bank pilihan transaksi pada segmen UMKM. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi di sela-sela acara penandatanganan kredit massal di Jakarta (23/04).

Penyaluran kredit ini diberikan kepada peserta OK OCE yang sudah melewati 6 tahapan dari 7 tahapan Pasti Sukses yang mencakup pendaftaran (P1), pelatihan (P2), pendampingan (P3), perizinan (P4), pemasaran (P5), pelaporan keuangan (P6), dan akses permodalan (P7).

”Sehingga bisa dikatakan proses kredit kepada UMKM pemula binaan OK OCE tetap disalurkan dengan memenuhi prinsip kehati-hatian” ujar Kresno.

UMKM binaan OK OCE akan menerima fasilitas kredit Monas Pemula yang merupakan solusi bagi pelaku UMKM yang baru merintis usahanya. Monas Pemula merupakan fasilitas kredit dengan bunga hanya 7 persen setara dengan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah ditetapkan pemerintah pada awal tahun ini. Monas Pemula dapat digunakan baik untuk modal kerja maupun investasi produktif dengan maksimal plafon kredit Rp10 Juta dan jangka waktu s/d 18 bulan.

Penyaluran kredit ini, ujar Kresno merupakan bentuk sinergi positif dengan OK OCE sebagai upaya perluasan penyaluran kredit kepada UMKM khususnya di Jakarta.

Saat ini jumlah UMKM binaan OK OCE sudah mencapai ribuan peserta. Nah dengan jumlah sebesar itu, tentu saja akan menjadi basis customer Bank DKI.

“Sebagai BUMD DKI Jakarta, Bank DKI senantiasa mendukung program OK OCE untuk memajukan perekonomian masyarakat khususnya dalam mengembangkan sektor UMKM di Jakarta”, tutup Kresno.

Sebagai tambahan, Bank DKI juga memberikan layanan cash pick up dengan mobile collection yang bertujuan untuk memberikan kemudahan karena setiap angsuran yang disetorkan akan memiliki struk tanda terima yang sah dan tercatat pada sistem Bank DKI.

Di sisi lain, Bank DKI meraih pertumbuhan penyaluran kredit mikro cukup signifikan pada tahun ini. Penyaluran kredit mikro Bank DKI hingga Maret 2018 tumbuh lebih tinggi 58,6 persen dibanding periode sama pada 2017.

“Penyaluran kredit mikro tumbuh signifikan sebesar 58,6 persen dari Rp 325 miliar per Maret 2017 menjadi Rp 516 miliar per Maret 2018. Peningkatan ini didorong oleh ekspansi jaringan kantor Bank DKI di sejumlah pasar di DKI Jakarta yang dikelola oleh PD Pasar Jaya,” pungkas Kresno. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close