BUMD

Bidik Peningkatan Transaksi Non Tunai, Bank Mandiri Gandeng PD Pasar Jaya

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi bersama dengan Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin dan Direktur SDM dan Keuangan PD Pasar Jaya Ramses Butar Butar berdiri diatas panggung di acara Pengenalan transaksi non tunai menggunakan kartu e-money kepada para pedagang di Pasar Mayestik di Jakarta Selartan. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersama PD. Pasar Jaya mengenalkan transaksi non-tunai kepada pedagang Pasar Mayestik, Jakarta Selatan. Ke depan, implementasi transaksi non tunai ini akan dilakukan di seluruh pasar kelolaan PD. Pasar Jaya.

Pada implementasi transaksi non-tunai ini, pedagang disewakan alat penerima pembayaran (MPOS Mandiri e-money card reader) yang disediakan oleh Q Cash dari PT Cyber Smart Network Asia. Q Cash juga akan membantu proses edukasi pedagang, maintenance alat pembayaran dan menangani keluhan pedagang.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, kerjasama dengan PD. Pasar Jaya ini, bertujuan untuk membudayakan kebiasaan bertransaksi tanpa uang tunai dan meningkatkan kenyamanan saat berbelanja.

“Sinergi di Pasar Mayestik ini menjadi pilot program untuk kerjasama serupa di seluruh pasar kelolaan PD. Pasar Jaya. Kami meyakini bahwa kolaborasi ini dapat mendukung program inklusi keuangan pemerintah serta menjadikan pasar tradisional dan modern sebagai motor penggerak ekonomi provinsi DKI Jakarta,” ujar Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 4 April 2018

PD Pasar Jaya mengelola 53 pasar yang memiliki 105.223 tempat usaha, dengan omset bisnis yang diperdagangkan mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Rata-rata pasar kelolaan PD Pasar Jaya dikunjungi lebih dari 2 juta pengunjung setiap hari, atau sekitar 20 persen dari total penduduk DKI Jakarta. Khusus di UPB Mayestik, terdapat sekitar 450 pedagang dengan frekuensi rata-rata kunjungan harian di tahun 2017 sebanyak 5.500 pembeli per hari.

Saat ini, transaksi masyarakat di pasar masih didominasi kebiasaan membayar secara tunai. Padahal, kendala untuk pembayaran tunai juga tidak sedikit, seperti kesulitan penyediaan pecahan kecil untuk kembalian, uang rusak atau palsu, serta risiko pengelolaan uang tunai (cash handling). Selain itu, pengelola pasar juga sulit memonitor pergerakan transaksi di pasar, sehingga monitoring transaksi tidak optimal yang berpotensi membuat pendapatan pengelola pasar tidak maksimal.

Untuk mengoptimalkan inisiatif ini, Bank Mandiri akan membuat program promo, seperti hadiah langsung bagi pengunjung yang melakukan pembelian kartu Mandiri e-money dan program Merchant Racing bagi pedagang. Selain itu, pemegang kartu Mandiri e-money yang paling sering bertransaksi di Pasar Mayestik juga akan menikmati program undian langsung.

Hery menambahkan, pihaknya terus memperluas acceptance e-money, menyediakan sarana isi ulang, meningkatkan produksi kartu, memudahkan akses pembelian kartu untuk customer, edukasi, hingga membangun cashless society di berbagai sektor bisnis seperti Pasar Modern.

Hingga akhir 2017, Bank Mandiri telah menerbitkan lebih dari 13 juta kartu berlogo Mandiri e-money dengan frekuensi transaksi mencapai 623 juta transaksi senilai Rp6,58 triliun. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 385 juta transaksi dengan nominal Rp3,77 triliun.

Adapun layanan top up Mandiri e-Money dapat dilakukan di lebih dari 60 ribu lokasi top up yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan komposisi top up terbesar dilakukan di minimarket sebesar 67 persen, ATM 25 persen, dan di cabang Bank Mandiri sebesar 6 persen. Bank Mandiri juga menyediakan layanan top up Mandiri e-Money dengan memanfaatkan aplikasi e-money isi ulang atau Mandiri Online yang ada di telepon pintar yang memiliki fitur NFC. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close