BUMDKORPORAT

Bidik Segmen Korporasi dan Individual, Jaktour Terus Lakukan Pembenahan Fisik Hotel

Beberapa pekerja terlihat sedang melakukan aktifitas pengecatan ulang di Grand Cempaka Bisnis Hotel Cempaka Putih. Proses pengecatan ini dalam waktu dekat akan selesai. (Sigit Artpro)

Jakarta Review – Dalam waktu dekat tampilan Hotel dibawah kelolaan PT Jakarta Tourisindo akan berubah menjadi jauh lebih baik. Pasalnya BUMD DKI di bidang perhotelan tersebut saat ini terus-menerus melakukan pembenahan fisik hotelnya.

Sekedar informasi saat ini di Grand Cempaka Bisnis Hotel masih berlangsung renovasi 30 kamar dan pengecatan ulang hotelnya. Renovasi yang tersebar di beberapa lantai tersebut kini memasuki fase akhir (finishing). Kini manajemen Jaktour kembali menjadwalkan renovasi ulang 45 unit kamar hotelnya. Selain itu di d”Arcici Hotel Sunter baru saja menyelesaikan renovasi ruang pertemuan utamanya (ballroom), sementara d’Arcici Hotel Cempaka Putih sedang merenovasi fasilitas kolam renangnya.

“Kami akan terus melakukan pembenahan. Saat ini kami sedang mengajukan anggaran di APBD Perubahan (APBD-P) sebesar Rp 7 miliar untuk merenovasi 45 kamar hotel dan mengganti beberapa perlengkapan hotel yang sudah usang,” kata Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo Emeraldo Parengkuan.

Menurutnya renovasi tersebut mutlak diperlukan agar Grand Cempaka Bisnis Hotel bisa menyamakan posisi dalam persaingan bisnis perhotelan yang semakin ketat. Apalagi merujuk data dari Cooliers (sebuah lembaga riset property) hingga tahun 2019 di Jakarta akan bermunculan 20-30 hotel baru lagi.

“Dalam bisnis perhotelan yang dijual adalah fasilitas dan pelayanan. Kalau nggak melakukan perbaikan di dua hal tersebut nanti kita akan tertinggal terus. Nah kalau kita bersaing dengan hotel yang baru kan produk yang dilihat. Makanya saya perlu modal untuk melakukan renovasi fisik dan prasarana penunjang hotel yang sudah perlu diremajakan,” ujar Aldo.

Aldo menambahkan selama ini segmen pasar dari Grand Cempaka Bisnis Hotel adalah pemerintahan. Persoalannya trendnya cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Untuk penggantinya, mau nggak mau, kami harus cari dari segmen lain seperti korporasi dan individual apakah secara langsung atau melalui online travel agent (OTA).

“Salah satu cara untuk menggaet segmen korporasi dan individual adalah peremajaan hotel ini. Ini penting dilakukan karena kedua segmen ini sangat peka dan kalau nggak sesuai harapan mereka akan komentar. Sementara segmen pemerintahan nggak begitu,”

Mengingat vitalnya renovasi tersebut, Emeraldo berharap pengajuan anggaran di APBD-P  segera mendapat persetujuan dari DPRD. Ini agar proses renovasinya bisa segera dimulai dan hasilnya bisa segera dinikmati oleh pelanggan.

“Kami sadar untuk memenangkan hati pelanggan, kami harus terus melakukan berbagai pembenahan, baik itu menyangkut fisik bangunan hotel ataupun pelayanan (services),” pungkasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close