BUMD

BUMD Pangan DKI Dukung Pelaksanaan Program Pangan Murah 2018

 

Poster Program Pangan Murah Pemprov DKI Jakarta. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – BUMD Pangan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yakni PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Pasar Jaya dan PD Dharma Jaya memberikan dukungan penuh terharap program Pangan Murah bersubsidi yang kembali dilakukan Pemprov DKI Jakarta mulai 1 Februari 2018.

Program ini kembali menyediakan pangan murah bagi para pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), Pekerja Harian Lepas (PHL), Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) setara Upah Minimum Provinsi (UMP), penghuni rumah susun Pemprov, lansia, penyandang disabilitas, serta buruh berpenghasilan UMP.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Food Station Tjipinang Jaya, Suratmin Suria Widjaya, PT Food Station menyediakan beras, ikan kembung, telur ayam, serta susu ultra high temperature (UHT).

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, ikan kembung dan susu UHT ini merupakan dua produk tambahan yang bisa didapatkan mulai tahun ini,” kata Suratmin.

Sementara itu, ujarnya, PD Dharma Jaya menyediakan daging sapi dan ayam. Sedangkan PD Pasar Jaya menyediakan 74 outlet yang dibuka setiap hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Suratmin menjelaskan, harga yang ditawarkan cenderung lebih murah dari harga-harga di pasaran. Ia mencontohkan, beras kualitas premium dengan kemasan 5 kg dijual Rp 30.000, daging sapi Rp 35.000/ kg, daging ayam Rp 8.000/ kg, ikan kembung Rp 13.000/ kg, telur ayam Rp 10.000/ tray, serta susu UHT Rp 30.000/ karton.

Para pemegang KJP, PPSU, PHL, PJLP setara UMP, penghuni rumah susun Pemprov, lansia, penyandang disabilitas, serta buruh berpenghasilan UMP ini, ujar Suratmin, bisa membeli dengan harga subdisi untuk 5 kg beras, 1 kg daging sapi, 1 kg daging ayam, 1 kg ikan kembung, 1 tray telur ayam, serta 1 karton susu UHT setiap bulan.

“Program pangan murah ini dimaksudkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan bagi warga Jakarta. Pastinya harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dari yang ada di pasaran,” tandasnya. (Win/Lorenzo Hasibuan)

Tags

Artikel Terkait

Close