BUMD

Gelar RUPSLB, DKI Rombak Jajaran Direksi PT MRT Jakarta

Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah dan Penanaman Modal (BP BUMD dan PM) DKI melakukan perombakan jajaran direksi PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Perombakan dilakukan dalam Rapat Usaha Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Sirkuler (keputusan di luar RUPS fisik) yang digelar  Senin (29/10) memutuskan pemberhentian Agung Wicaksono dari jabatannya sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan karena telah diangkat menjadi Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Selain melakukan pergantian jajaran direksi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah dan Penanaman Modal (BP BUMD dan PM) DKI melakukan perombakan jajaran direksi PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Perombakan dilakukan dalam Rapat Usaha Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Sirkuler (keputusan di luar RUPS fisik) yang digelar hari ini, Senin (29/10).

Dalam RUPS LB tersebut, dilakukan pemberhentian Agung Wicaksono dari jabatannya sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan karena telah diangkat menjadi Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta)

Kemudian mengangkat tiga direksi, di antaranya Mukhtasor sebagai Komisaris; Muhammad Effendi sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan, dan Ghamal Peris sebagai Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis

Kepala BP BUMD dan PM DKI, Yurianto mengatakan pengangkatan Muhammad Effendi sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan didasarkan atas pertimbangan sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kepala Divisi Konstruksi di PT MRT Jakarta.

“Selain itu, Effendi juga memiliki pengalaman panjang dalam mengelola operasi perusahaan dengan aspek keamanan yang tinggi. Serta memiliki pengalaman 11 Tahun bekerja di Rasgas Qatar,” kata Yurianto di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/10).

Sedangkan, pengangkatan Ghamal Peris sebagai Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis didasarkan pada pertimbangan untuk mengembangkan PT MRT Jakarta ke depan. Sebelumnya, Ghamal memiliki pengalaman sebagai Senior Advisor di PT MRT Jakarta dan berpengalaman sebagai Country Director Sodexo di Perancis, Taipei, dan Singapura.

Yurianto mengharapkan dengan adanya kepengurusan PT Transportasi Jakarta dan PT MRT Jakarta yang baru, kedua BUMD DKI yang bergerak di bidang transportasi publik ini bisa lebih kompak, solid, dan profesional.

“Sehingga dapat menampilkan performa yang lebih baik. Selain itu, kedua BUMD DKI diharapkan dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian DKI Jakarta,” ujarnya.

PT MRT Jakarta juga diharapkan dapat segera menyiapkan operasional MRT Jakarta untuk Fase I koridor Lebak Bulus – Bundaran HI tepat waktu pada bulan Maret 2019.

Kemudian juga segera memproses percepatan pembangunan MRT Jakarta Fase II koridor Bundaran HI – Kampung Bandan.

“Yang paling penting, PT MRT Jakarta diharapkan dapat melaksanakan penugasan-penugasan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017 – 2022,” terangnya.

Seperti diketahui, kepemilikan saham mayoritas dimiliki Pemprov DKI sebesar 99,99 persen. Sedangkan PD Pasar Jaya hanya mempunyai saham sebesar 0,01 persen.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags

Artikel Terkait

Close