BUMD

Jaga Inflasi, TPID Jakarta Gandeng BUMD Pangan Pantau 6 Komoditi Pangan

Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta Trisno Nugroho bersama Wakil Bupati Kabupaten Cilacap Syamsul Aulia Rahman dan Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi berfoto bersama usai penandatangan perjanjian pengiriman beras antara Gapoktan Sumber Makmur dengan PT Food Station Tjipinang Jaya di Cilacap, Rabu, 6/3/2019. (Dok: Istimewa)   

Jakarta Review, Jakarta – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta fokus pada enam komoditas pangan utama yang merupakan penyumbang inflasi terbesar di DKI Jakarta. Adapun keenam komoditi pangan tersebut adalah beras, telur ayam ras, daging sapi, daging ayam, bawang merah dan cabai merah.

Untuk berperan aktif dalam menstabilkan harga keenam komoditas pangan tersebut, TPID DKI Jakarta telah memiliki model bisnis pengendalian harga pangan strategis dengan memanfaatkan BUMD yang bergerak di bidang pangan.

“Kami menggandeng BUMD Pangan milik Pemprov DKI untuk melakukan pengendalian keenam harga pangan strategis tersebut,” kata Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia DKI Jakarta Trisno Nugroho kepada Jakarta Review saat memberikan sambutan di acara pengiriman beras perdana dari Gapoktan Sumber Makmur ke PT Food Station Tjipinang Jaya dalam rangka kerja sama TPID Kabupaten Cilacap dengan TPID DKI Jakarta, Rabu, 6/3/2019 lalu.

Ketiga BUMD tersebut adalah PT Food Station Tjipinang Jaya, yang berfokus pada komoditas beras dan telur ayam ras. Adapun PD Dharma Jaya fokus kepada komoditi daging sapi dan daging ayam. Sementara Perumda Pasar Jaya yang bertugas di hilir fokus kepada komoditi bawang merah dan cabai merah.

“Dari keenam komoditi pangan tersebut, saat ini beras merupakan komoditas bahan pangan dengan bobot terbesar di keranjang indeks Harga Konsumen (IHK) BPS,” ujar Trisno.

Trisno menambahkan pemanfaatan BUMD Pangan di DKI Jakarta ini dilakukan dari hulu hingga ke hilir. PT Food Station Tjipinang Jaya melakukan sourcing ke berbagai daerah di Indonesia yang surplus beras, dan kemudian disalurkan langsung ke masyarakat Ibukota, baik melalui outlet-outlet BUMD seperti pasar tradisional, Jakmart, Jakgrosir yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya serta pasar modern dan e-commerce.

“Melalui model bisnis ini, TPID DKI Jakarta mampu memotong mata rantai, karena BUMD dapat membeli langsung ke petani dengan harga yang lebih bersaing, dan menjualnya ke masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau,” tutur Trisno.

Kedepan lanjut Trisno, TPID DKI Jakarta juga menargetkan 5-15 persen market share di DKI Jakarta. Bila target ini dapat tercapai, maka BUMD kami harapkan dapat menjadi referensi harga yang baik bagi pelaku pasar lainnya. Target ini akan kami prioritaskan pada enam komoditas pangan utama, sehingga mampu memberikan andil dalam berbagai program pengendalian inflasi di Jakarta maupun Indonesia.

Lebih lanjut Trisno menambahkan dalam rangka meningkatkan market share tersebut, TPID DKI Jakarta tidak dapat melakukannya sendirian. Kami membutuhkan sinergi dengan berbagai TPID daerah lainnya. Karena itu ungkap Trisno, TPID DKI Jakarta banyak melakukan kerja sama dengan TPID lainnya di Indonesia.

Kerja sama ini dilakukan untuk mempertemukan daerah yang yang surplus dengan komoditas pangan tertentu dengan daerah yang minus. Dengan demikian perdagangan antar daerah menjadi semakin berkembang.

Salah satu contoh kerja sama tersebut adalah kegiatan pengiriman beras perdana dari Gapoktan Sumber Makmur ke PT Food Station Tjipinang Jaya beberapa waktu yang lalu. Kegiatan tersebut adalah salah satu bentuk sinergi, yaitu dengan Kabupaten Cilacap melalui TPID nya dengan TPID DKI Jakarta.

Sebagai daerah konsumen yang tidak memiliki lahan produksi pangan, kebutuhan pangan masyarakat Ibukota sangat bergantung kepada daerah lain. Dengan tingkat ketergantungan tinggi, serta faktor seasional supply makanan, maka harga-harga di Ibukota seringkali bergejolak. Dalam kondisi seperti inilah peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas harga pangan.

TPID Terbaik dan Studi Banding BUMD

Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta Trisno Nugroho bersama Wakil Bupati Kabupaten Cilacap Syamsul Aulia Rahman dan Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi berfoto bersama di depan truck usai penandatangan perjanjian pengiriman beras antara Gapoktan Sumber Makmur dengan PT Food Station Tjipinang Jaya di Cilacap, Rabu, 6/3/2019. (Dok: Istimewa)   

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan berbeda dengan TPID di daerah lainnya, BUMD Pangan di DKI Jakarta adalah eskekutor dari TPID DKI dalam menjalankan program pengendalian inflasi yang diakibatkan oleh bahan pangan. Sementara di daerah lain program tersebut dijalankan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat.

“Penggunaan BUMD Pangan sebagai eksekutor inilah yang membedakan TPID di DKI Jakarta dengan TPID di daerah lain,” ujar Arief.

Selain itu lanjut Arief, tak hanya berfungsi sebagai regulator, TPID DKI Jakarta juga menugaskan BUMD Pangan untuk ikut aktif masuk ke pasar. Dengan demikian upaya pengendalian inflasi menjadi lebih efektif karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BUMD nya dalam batas tertentu juga memiliki penguasaan pasar terhadap 6 komoditi pangan strategis tersebut.

“BUMD Pangan masuk ke market bukan untuk menguasai pasar dengan dominan. Tapi semata-mata untuk menjaga keseimbangan pasar dan mencegah spekulan yang seringkali mengambil momen untuk mengacaukan pasar,” tutur Arief.

Hasilnya, hingga kini dalam kurun waktu 4 tahun terakhir inflasi di DKI Jakarta selalu terkendali. Tak ayal TPID DKI meraih prestasi sebagai TPID terbaik se Pulau Jawa dalam acara Rakornas VIII TPID pada tahun 2017 lalu.

Dengan prestasi tersebut, kini banyak TPID daerah di seluruh Indonesia yang datang meninjau BUMD Pangan DKI untuk melakukan studi banding untuk membuat BUMD sejenis di daerahnya masing-masing. Bahkan tak jarang, jajaran direksi BUMD Pangan DKI diundang langsung ke daerah untuk menyampaikan testimoni tentang keberhasilan TPID DKI dalam mengendalikan inflasi secara berkelanjutan. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close