BUMD

Jakarta Nyatakan Siap Sambut Asian Games 2018

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Saefullah sedang mendengarkan penjelasan saat meninjau Wisma Atlet Kemayoran beberapa waktu yang lalu. Di sebelah kanan, tampak Camat Kemayoran Herry Purnama ikut mendampingi kunjungan tersebut. (Beritajakarta)

Jakarta Review, Jakarta – Jelang Asian Games Salah satu proyek infrastruktur layang di Jakarta yang harus ikut diberhentikan untuk sementara waktu, yaitu sarana transportasi massal ringan berbasis rel atau Light Rail Transit (LRT).

LRT dengan rute Kelapa Gading-Velodrome itu merupakan proyek milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang diusahakan oleh salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, yakni PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Sedangkan pembangunan konstruksi utama lintasan LRT dikerjakan oleh kontraktor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya (Persero).

Pembangunan LRT itu bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018 di ibukota, khususnya sebagai transportasi bagi para atlet, pelatih maupun tim ofisial, sehingga ditargetkan rampung sebelum dimulainya perhelatan kompetisi olah raga tersebut.

Akan tetapi, terkait kebijakan moratorium untuk infrastruktur layang yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, Direktur Utama PT Jakpro Satya Heragandhi menuturkan pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan LRT, terutama untuk pekerjaan yang dilakukan pada bagian atas konstruksi.

Dia mengatakan keputusan untuk menghentikan sementara pembangunan LRT tersebut dilakukan semata-mata demi keselamatan para pekerja, mengingat banyaknya insiden kecelakaan yang menimpa para pekerja proyek akhir-akhir ini.

Salah satu pekerjaan pada bagian atas konstruksi yang harus dihentikan untuk sementara waktu, terutama selama musim hujan, yaitu pengangkatan barang atau material. Menurutnya, saat hujan deras, semua pekerjaan harus dihentikan demi keamanan. Saat ini, pihaknya harus menunggu keputusan dari Kementerian PUPR. Apabila kebijakan moratorium itu sudah dicabut, maka pengerjaan proyek LRT dapat dilanjutkan kembali.

Sementara itu, terhitung hingga 15 Februari 2018, kemajuan pembangunan LRT oleh Jakpro itu sudah 63,01 persen selesai, dengan rincian pekerjaan utama prasarana mencapai 62,92 persen, pekerjaan rolling stock sarana 59,21 persen dan pekerjaan persiapan 100 persen.

Pekerjaan sarana sudah dimulai sejak 20 Desember 2016 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2018. Sedangkan untuk proses testing dan commissioning dijadwalkan sudah dapat dilaksanakan pada Mei 2018.

Untuk kontrak pengadaan rolling stock dengan total 16 gerbong sudah dimulai sejak 1 Februari 2017 lalu dan ditargetkan selesai pada Oktober 2018.

Proses pengecatan kereta pertama telah selesai pada akhir Oktober 2017 di Korea Selatan. Dua gerbong pertama akan tiba di Jakarta paling lambat akhir April 2018, kemudian siap untuk dilakukan testing dan commissioning.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan delapan gerbong LRT ditargetkan siap untuk dioperasikan pada akhir Juli 2018 atau sebelum penyelenggaraan Asian Games. Kemudian delapan gerbong LRT berikutnya akan siap beroperasi pada akhir Oktober 2018.

Tetap optimistis Meskipun Menteri PUPR telah mengeluarkan instruksi agar seluruh pengerjaan proyek infrastruktur layang dihentikan untuk sementara waktu, tak terkecuali bagi proyek LRT Kelapa Gading-Velodrome, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tetap optimistis pembangunan sarana transportasi masal itu akan selesai tepat waktu.

Menurutnya, kebijakan moratorium tersebut bukan berarti penghentian pengerjaan proyek secara menyeluruh atau total, namun hanya bersifat penundaan sementara.

Dia mengatakan dalam masa moratorium itu, Kementerian PUPR akan mengkaji kembali pembangunan LRT yang dilakukan oleh Jakpro. Moratorium atau penundaan tersebut hanya dilakukan dalam waktu satu atau dua hari. Oleh karena itu, Anies mengaku optimistis proyek pembangunan LRT rute Kelapa Gading-Velodrome tersebut akan rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan, yakni sebelum dimulainya perhelatan Asian Games pada Agustus 2018.

Hampir senada dengan Anies, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Saefullah juga mengaku optimistis proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 akan selesai tepat waktu.

Salah satu proyek tersebut, yakni LRT yang penyelesaiannya saat ini sudah mencapai 63 persen. Dia pun berharap pada Juli 2018, pembangunan LRT itu sudah mencapai 95 persen, sehingga pada Agustus 2018 dapat dioperasikan.

Selain LRT, dia menuturkan proyek pembangunan infrastruktur lain yang juga berkaitan dengan Asian Games juga masih terus berlanjut sampai dengan saat ini, diantaranya yaitu progres pembangunan arena pacuan kuda atau Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) yang mencapai 90 persen dan sudah masuk kedalam tahap finishing.

Lebih lanjut, dia mengatakan kemajuan yang baik juga berlaku untuk pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran dan Velodrome di Rawamangun. Di sisi lain, dia meminta agar para kontraktor yang mengerjakan pembangunan venue Asian Games juga merapikan sekaligus menata lingkungan yang berada di luar venue, sehingga terlihat bersih, nyaman dan indah.

Dia mengungkapkan salah satu kewajiban Pemprov DKI Jakarta terkait pelaksanaan Asian Games 2018 adalah merapikan lingkungan di sekitar venue dan juga wisma atlet. Meskipun demikian, dia tetap meminta agar pengerjaannya tidak dilakukan dengan tergesa-gesa, namun harus penuh dengan kehati-hatian, sehingga hasil yang dicapai maksimal.

Percepatan pembangunan infrastruktur bisa saja dilakukan, akan tetapi tetap tidak boleh mengesampingkan faktor keamanan dan keselamatan, baik bagi para pekerja maupun para pengguna layanan infrastruktur tersebut kedepannya.Biar bagaimanapun, keamanan dan keselamatan dalam suatu proyek pembangunan infrastruktur harus tetap dijadikan sebagai prioritas utama.

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Close