BUMD

PD Pasar Jaya Tawarkan Perubahan Pasar Pramuka kepada Para Pedagang

Pasar Pramuka Jakarta Timur. (Kompas.com)

Jakarta Review – PD Pasar Jaya kini mulai mewacanakan kepada para pedagang Pasar Pramuka untuk beralih menjadi pedagang alat kesehatan (alkes) dan alat tulis (stationery) daripada berjualan obat seperti saat ini. Hal ini menyusul perubahan status apotek rakyat menjadi apotek yang tidak lagi bisa diproses karena telah kadaluwarsa.

Paska pencabutan izin apotek rakyat tersebut, kini pedagang pasar pramuka menghadapi situasi yang sulit. Apotek rakyat yang selama ini menjadi sandaran hidup mereka terpaksa harus ditutup. Kalaupun mereka ingin bertahan mereka wajib memenuhi standard baru sesuai aturan agar usaha mereka bisa bertahan sebagai apotek. Dan waktunya terbatas hanya sampai akhir tahun ini.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, PD Pasar Jaya sudah menggelar rapat kordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait status Pasar Pamuka ini.

Singkatnya lanjut Arief, Dinkes dan Kemenkes memutuskan di Pasar Pramuka nggak boleh lagi berpraktek sebagai pasar tematik obat. Menurut mereka obat nggak bisa dijual secara masif dalam pola pasar tematik.

“Putusannya tegas menyatakan tidak boleh ada lagi apotek rakyat di Pasar Pramuka. Sebagai bagian dari pemerintah, kami wajib mengikuti intruksi tersebut. Saat ini kami tinggal menunggu surat resminya saja,” ujarnya kepada Jakarta Review.

Terkait keputusan tersebut, kami menyarankan kepada pedagang untuk segera mengambil keputusan. Dan dari pihak kami menawarkan agar mereka para pedagang beralih menjadi penjualan alat kesehatan (alkes) dan alat tulis (stationery).

“Saya sedang lihat potensi apa yang terbaik yang saat ini bisa kita lakukan disana. Tapi sementara ini kami sudah menawarkan kepada pedagang mengenai alkes dan stationery dan kami juga sudah coba konsolidasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) juga, apakah alat kesehatan masih dimungkinkan untuk dijual disana,” tuturnya.

Arief meyakini lokasi Pasar Pramuka nggak ada masalah, karena memang lokasinya sangat strategis (prime).

“Rasanya segala sesuatu kalau dijual disana jadi lebih mudah. Hanya memang untuk mengenalkan kepada publik seperti pasar obat tentu memerlukan waktu. Nah ini yang sedang kita telaah,” cetusnya.

Pada akhirnya lanjut Arief, opsi ini bukan untuk menyulitkan pedagang. PD Pasar Jaya justru berupaya membantu pedagang agar tetap bisa berjualan secara legal di Pasar Pramuka.

“Ingat waktunya sangat terbatas, jadi jangan sampai kita ribut masal berkepanjangan tanpa ada solusi. Mari kita saling introspeksi. Insya Allah ada jalan keluar yang lebih baik buat kita semua,” pungkasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close