BUMD

Penggantian Direksi PT Transjakarta untuk Penyegaran

Serah terima jabatan Dirut PT Transjakarta yang baru sekaligus pergantian direksi di PT MRT Jakarta dan PT Transjakarta di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin 29 Oktober 2018. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melakukan restrukturisasi jajaran direksi di badan usaha milik daerah (BUMD) DKI. Kali ini, restrukturisasi dilakukan di BUMD bidang transportasi publik, yaitu PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI dan Penanaman Modal DKI, Yurianto mengatakan pergantian direksi PT Transjakarta dilakukan untuk penyegaran direksi dan melengkapi pengurus yang sudah ada.

“Agar BUMD ini dapat melayani masyarakat lebih efektif dan efisien,” kata Yurianto di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/10).

Ia membantah kalau pergantian direksi PT Transjakarta tidak melalui rapat usaha pemegang saham luar biasa (RUPS LB). Justru, penggantian direksi BUMD ini diputuskan melalui RUPS Luar Biasa Sirkuler (keputusan di luar RUPS Fisik) yang digelar hari ini, Senin (29/10) di kantor BP BUMD dan PM DKI, Balai Kota DKI.

Dalam RUPS LB Sirkuler ini juga dilakukan serah terima jabatan (sertijab) antara Dirut PT Transjakarta yang lama, Budi Kaliwono kepada Dirut PT Transjakarta yang baru, Agung Wicaksono.

Dalam RUPS LB kali ini pula, Andri Yansyah diberhentikan dari jabatannya sebagai komisaris. Andri saat ini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI. Andri merupakan mantan kepala Dinas Perhubungan, yang otomatis menjabat sebagai komisaris PT Transjakarta.

Pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit diangkat sebagai komisaris. Kemudian, Agung Wicaksono sebagai Direktur Utama; Welfizon Yuza sebagai Direktur Keuangan, dan Achmad Izzul Waro sebagai Direktur Pelayanan dan Pengembangan Bisnis.

Agung sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta.

“Pergantian ini diharapkan untuk membuat sinergi yang lebih baik dalam pengintegrasian antarmoda yang berbasis jalan dan berbasis rel, serta untuk memperkuat sinergi antar-BUMD dan menciptakan kaderisasi di dalam tubuh BUMD, sehingga memotivasi pegawai BUMD untuk memiliki kinerja lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Yurianto menilai, kinerja Budi Kaliwono selama tia tahun menjalankan tugasnya sebagai Dirut PT Transjakarta sudah sangat baik. Budi telah meletakkan landasan transportasi publik di Jakarta, yakni Jak Lingko.

Melalui Jak Lingko, PT Transportasi Jakarta telah bekerja sama dengan 11 operator bus kecil. Dalam satu tahun, kenaikan penumpang Transjakarta dari 420.000 per hari menjadi 721.000 penumpang per hari. Pada 2016, Transjakarta mengangkut penumpang sebanyak 123,7 juta orang, meningkat menjadi 144,8 juta orang pada 2017. Pada 2018, bus Transjakarta mengangkut 127,5 juta orang, sampai dengan September 2018.

“Saya berterima kasih kepada Pak Budi Kaliwono dalam mengelola PT Transjakarta dari 2016 sampai dengan sekarang. Sehingga, transportasi di Jakarta semakin baik dan terintegrasi. Untuk direksi yang baru, saya harapkan dapat menyelesaikan pekerjaan rumah (PR), seperti pembinaan pegawai dan pengelolaan aset,” terang Yurianto.

Kepemilikan saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PT Tranportasi Jakarta adalah mayoritas, yaitu sebesar 99,62 persen, sedangkan 0,38 persen dimiliki oleh PT Jakarta Propertindo.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags

Artikel Terkait

Close