BUMD

Potensi Besar, PT Jamkrida DKI Seriusi Bisnis Surety Bond

Direktur Utama PT Jamkrida DKI Jakarta Chusnul Maarif . (alif)

Jakarta Review – PT Penjaminan Kredit Daerah (PT Jamkrida) Jakarta kini sedang gencar mengembangkan bisnis surety bond sebagai salah satu upaya pengembangan bisnis perusahaan.

Direktur Utama PT Jamkrida Jakarta, Chusnul Maarif mengatakan pilihannya untuk mengembangkan produk surety bond, karena surety bond kini banyak dibutuhkan oleh UKM yang bergerak di bisnis pengadaan barang dan jasa pemerintah (non kontruksi) maupun pengusaha di bidang kontruksi. Selain itu surety bond tidak kena aturan akrual basis sehingga laba yang diperoleh bisa lebih besar.

“Mereka pada umumnya memerlukan jaminan penawaran, pelaksanaan, pemeliharaan, uang muka, jadi potensinya di DKI memang luar biasa, paling tidak ini hasil diskusi dengan teman-teman di Kadin DKI,” ujarnya.

Chusnul mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan produk surety bond.

“Izin tersebut membuktikan bahwa kami serius mengembangkan bisnis surety bond. Oleh karena itu di struktur organisasi dan SDM kami sudah ada bagian yang khusus menangani produk surety bond. Jadi bisnisnya sudah jalan,” cetusnya.

Sejak mendapatkan izin dari OJK, lanjutnya pihaknya beberapa waktu lalu sudah menjalankan bisnis ini. Hasilnya cukup positif, misalnya untuk penjaminan yang kontruksi sudah ada yang masuk dari RSUD, PAM Jaya, PAL. Adapun PD Sarana Jaya kita sedang proses.

“Sudah jalan tapi volumenya masih kecil. Dari portofolio yang sudah kita jamin  per Agustus Rp 1,1 triliun, baru 4 persennya yang berasal dari surety bond. Jadi memang masih kecil banget,” tuturnya.

Karena itu lanjutnya, untuk mengenjot bisnis ini, di 3 bulan terakhir ini, Jamkrida akan gencar mensosialisasikan produk ini keseluruh SKPD, BUMD dan stakeholder lainnya.

“Kita sosialisasi penuh sampai dengan Desember. Kalo didalam sosialisasi itu ada realisasi itu namanya bonus,” paparnya.

Janjikan Proses Cepat dan Aman  

Dalam acara sosiliasasi mengenai surety bond, PT Jamkrida DKI menjanjikan proses penerbitan sertifikat penjaminan yang cepat ke berbagai stakeholder.

“Kalau dokumennya lengkap, nggak lebih dari 2 jam kami bisa terbitkan sertifikat penjaminannya. Mudah-mudahan layanan kita yang cepat ini bisa mendorong UKM di DKI lebih tumbuh dan berkembang lagi,” tandasnya.

Chusnul menambakhkan selain lebih cepat, produk surety bond milik PT Jamkrida DKI juga lebih dipercaya dan aman.

“Uang kami kan selama ini ada di Bank DKI. Seandainya terjadi default proyek milik Pemprov DKI, kalau kita nggak bayar stakeholdernya kan sama-sama punya DKI juga. Jadi tinggal dilaporkan saja, itu Jamkrida klaimnya susah kepada Gubernur kan enak,” cetusnya.

Lebih jauh dari itu jika SKPD dan stakeholder membeli produk surety bond milik kami, maka tidak terjadi aliran uang keluar (capital outflow) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Jadi itu yang terpenting. Sementara kalau ngambil jaminan ke yang lain kan uangnya keluar dari Bank DKI. Jadi terjadi capital outflow dari bank DKI keluar. Kalau kita kan nggak, proyeknya ada di bank DKI, fee untuk suretynya juga ada disana, jadi Bank DKI makin besar, lalu fungsi kontrol dari pemilik proyek juga lebih efektif, jadi lebih enak,” tutupnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close