BUMD

PT Food Station Menerima Kunjungan TPID Sumut

Jajaran direksi dan komisaris PT Food Station Tjipinang Jaya menerima kunjungan TPID Sumut. (Dok: Food Station)

Jakarta Review, Jakarta – PT Food Station Tjipinang Jaya menerima kunjungan kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara di Kantor Pusat Food Station pada Senin, 26 November 2018 di daerah Cipinang Jakarta Timur.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi, Direktur Operasional Frans M Tambunan, Direktur Keuangan Thomas Hadinata, Komisaris Utama Anton Lukmanto, Komisaris Ida Bagus Anom, dan Komisaris Masrokhan.

Turut hadiri bersama rombongan Asisten Direktur KPW Bank Indonesia (BI) Sumut Kusnadi, Ketua KPPU Medan Ramli Simanjuntak, Kepala Bulog Divre Sumatera Utara Benhur, serta Kepala Dinas dan Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten/Kota Sumatera Utara.

Menurut Kusnadi selaku pimpinan rombongan, kunjungan ini dalam rangka studi banding dengan TPID DKI DKI Jakarta dan untuk belajar mengenai peran BUMD di DKI Jakarta.

“Kami sedang membuat dan membangun tata kelola niaga pangan. Karena itu kami ingin belajar tata kelola perdagangan pangan dan pengembangan BUMD pangan DKI Jakarta, Seperti Food Station, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya,” ujar Kusnadi.

Untuk melihat langsung produksi dan manajemen logistik yang dijalankan oleh Food Station, dalam kunjungan tersebut anggota TPID Sumut tersebut juga diajak untuk berkunjung ke Fasilitas Pergudangan dan Produksi yang dimiliki oleh Food Station.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi menyambut baik kunjungan TPID Sumut ke kantor Pusat Food Station. Menurutnya selama ini pihaknya selalu terbuka menerima kunjungan dari TPID dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Menurutnya saat ini peran PT Food Station sangat penting sebagai ujung tombak pengendalian harga beras di DKI Jakarta, karena itu kami bekerja mulai dari hulu dengan melakukan kontrak farming dan perdagangan antar daerah untuk menyediakan kebutuhan beras DKI Jakarta

“Jakarta memiliki ketergantungan pangan yang tinggi terhadap daerah lain karena Jakarta bukan daerah produsen dan sebagai barometer perberasan nasional, PT Food Station mengemban amanat untuk menjaga stabilitas pasokan, stok, maupun harga beras di ibukota,”tandas Arief. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close