BUMD

Pusdiklat PD Pasar Jaya antara Pembinaan SDM dan Pengayoman Pedagang

Bebeberapa karyawan PD Pasar Jaya peserta pelatihan terlihat sedang serius mendiskusikan materi pelatihan. (Dok Humas PD Pasar Jaya)

Jakarta Review – Selain pembenahan fisik sejumlah pasar dan pembukaan core usaha baru bidang retail, PD Pasar Jaya juga terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pekerjanya. Salah satunya dengan menggelar berbagai pelatihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang mereka miliki.

Di era persaingan yang makin kompetitif seperti sekarang, keberadaan SDM yang handal adalah sebuah keniscayaan yang tak terbantahkan. Menyadari hal tersebut, sejak April lalu PD Pasar Jaya mendirikan Pusdiklat di bekas kantor pusat mereka yang berlokasi di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

“Perkembangan terbaru memandang karyawan bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan sebagai aset bagi institusi. Karena itu upaya peningkatan SDM adalah sebuah kebutuhan apalagi perkembangan pekerjaan di PD Pasar Jaya yang makin mengarah ke otomatisasi,” ujar Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief  Nasrudin kepada Jakarta Review.

“Sejak tahun 2015, seluruh pasar yang kami kelola sudah full menerapkan cash management system (CMS) dari beberapa bank. Persoalannya selama ini masih banyak SDM kami yang terbiasa memungut cukai kepada pedagang. Akibatnya mereka otomatis harus menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut,” tuturnya.

Ia menuturkan sejak didirikan April 2017 lalu, Pusdiklat PD Pasar Jaya setidaknya sudah menggelar lima program pelatihan yang diikuti 205 pegawai.

Dikatakan Arief, dari 205 pegawai yang sudah mengikuti pelatihan peningkatan kualitas, sebanyak 68 di antaranya ikuti pelatihan komputer bagi kepala pasar, 38 orang ikuti pelatihan english class for manager, 35 orang ikuti new entry training program batch 3, sebanyak 24 orang ikuti basic management program batch 1, dan 40 orang ikuti review 7 habit of higly effective people.

“Kita juga berikan beasiswa kejar paket pada 48 pegawai. Terhadap pedagang kita juga gelar pelatihan dengan materi seperti manajemen dan pemasaran,” katanya, Jum’at (22/9).

Ditambahkan Arief, pada tahun ini pihaknya sudah bekerja sama dengan sejumlah lembaga eksternal menggelar program pelatihan bagi 598 pegawainya.

Pelatihan yang diberikan berupa bimbingan teknis (bimtek) pengadaan barang, internal audit dasar, key account management, international building and facility management conference, conduct training and need analysis, serta pelatihan pajak brevet A, B dan C.

Menurut Arief, peningkatan kompetensi pekerja selaras dengan kebutuhan pengembangan usaha yang tengah digencarkan. Tidak hanya itu, pihaknya juga membenahi manajerial dengan mengaktifkan kembali sebanyak 79 posisi kasubsi.

“Memang perubahan yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya. Tapi, kita siap menerima masukan dan berdialog mencari solusi demi kemajuan,” tandasnya.

Pembinaan Pedagang dan Pengayoman Pedagang

Peserta pelatihan sedang menyimak materi pelatihan dari nara sumber. (Dok Humas PD Pasar Jaya)

Aspek lain yang dipertimbangkan dalam pendirian pusdiklat adalah pengayoman pedagang. Selama ini kami belum memiliki sarana yang memadai untuk memberikan pembinaan kepada pedagang. Misalnya saat mereka mengikuti peyuluhan tentang keamanan pangan dari BPOM, pelatihan manajemen dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM serta perbankan.

“Sebelumnya kita pakai kantor cabang yang ada untuk mengumpulkan mereka saat ada penyuluhan adan pembekalan baik dari Disperindag, Perbankan dan pihak mana saja,” tuturnya

Dengan keberadaan pusdiklat ini harapannya paling tidak bisa jadi sarana pengayoman untuk pedagang dari sisi interaksi dengan mereka.

“Memang tidak semua penyuluhan untuk pedagang kita arahkan ke pusdiklat. Karena ada beberapa kantor area yang secara space memungkinkan untuk mengundang mereka ya kita arahkan kesana. Tapi kalau yang dekat sini kita arahkan kesini,” tandasnya.

Selain itu salah satu misi kita juga bisa dioptimalkan dengan BUMD lain.

“Kita sudah kordinasi dengan BP BUMD. Orientasi kita training soft skill kita bisa share ke BUMD lain. Satu untuk internal karyawan, pedagang, BUMD lain, lalu keempat untuk retail bisnis (University Perpasaran),” pungkasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close