BUMD

Setor Dividen Rp37 Miliar Setahun, DKI Kaji Jual Saham PT Delta Djakarta Tbk

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Delta DJakarta Tbk. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta  РPemprov DKI mulai mengkaji rencana penjualan atau pelepasan saham milik pemerintah di PT Delta Djakarta Tbk. (DLTA).

Kepala Badan Keuangan Daerah DKI Jakarta Michael Rolandi mengatakan keputusan tersebut masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan.

“[PT Delta Djakarta] ini kan perusahaan Tbk. Ini masih dibahas. Pak Wagub [Sandiaga Uno] bilang masih dikaji sampai waktunya, nanti diumumkan,” katanya, Selasa (10/4/2018).

Michael menuturkan jika rencana divestasi tersebut benar-benar terjadi, maka pemerintah akan mencari pengganti berupa investasi di tempat lain. Menurutnya, pemasukan atau dividen yang didapat dari perusahaan produsen bir tersebut hanya berkisar Rp37 miliar per tahun.

Jumlah tersebut tak seberapa jika dibandingkan dengan pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah Ibu Kota yang didapat saat ini.

“Dividen bagian dari pendapatan ya sekitar Rp37 miliar per tahun. Kalau ditanya signifikan atau tidak, pendapatan Pemprov DKI secara total berapa tuh? Rp40 triliun lebih,” ucapnya.

Berdasarkan laporan keuangan DLTA, porsi saham yang dimiliki Pemprov DKI mencapai 26,25%. Nilai itu yang merupakan gabungan antara 23,34% saham Pemprov DKI dan 2,91% milik Badan Pengelola Investasi dan Penyertaan Modal Jakarta.

Sepanjang 2017, DLTA berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 279,7 miliar. Angka itu naik 10,25% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp253,7 miliar.

Sementara itu, penjualan bersih perusahaan terkerek dari Rp774,9 miliar menjadi Rp777,3 miliar. Meski begitu, beban pokok penjualan berhasil ditekan dari Rp234,08 miliar menjadi Rp203,03 miliar. Adapun, jumlah aset DLTA naik dari Rp1,19 triliun di akhir 2016 menjadi Rp1,34 hingga akhir tahun lalu.

Sumber: Bisnis.com

Tags

Artikel Terkait

Close