BUMD

Tutup Tahun Gubernur DKI Resmikan Pasar Senen Blok III

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemani Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede dan Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin meresmikan Pasar Senen Blok III. Selain Pasar Senen Blok 3 ada 4 pasar rakyat lainnya yang ikut diresmikan juga secara simbolis di lokasi tersebut yaitu Pasar Sinar, Pasar Bidadari, Pasar Cawang Kavling dan Pasar Karet Belakang (Karbela). (Dok Humas PD Pasar Jaya)

Jakarta Review, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan beserta Jajaran Direksi PD. Pasar Jaya meresmikan Pasar Senen Blok III di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Selain Pasar Senen Blok 3 ada 4 pasar rakyat lainnya yang ikut diresmikan juga secara simbolis di lokasi tersebut yaitu Pasar Sinar, Pasar Bidadari, Pasar Cawang Kavling dan Pasar Karet Belakang (Karbela).

Pasar Senen Blok III sendiri berada di lahan seluas 17.086 meter persegi dan bangunan pasar dibangun seluas 13.582 meter persegi. Bangunan ini terdiri dari 7 lantai yaitu lantai semi basement los dengan jumlah tempat usaha sebanyak 385 unit, lantai semi basement kios dengan jumlah tempat usaha sebanyak 553 unit, lantai dasar dengan jumlah tempat usaha sebanyak 777 unit, lantai 1 dengan jumlah tempat usaha 806 unit, lantai 2 dengan jumlah tempat usaha 807 unit, lantai 3 dengan jumlah tempat usaha sebanyak 203 unit, di lantai 5 dan lantai 6 ada sarana ibadah dan juga ruangan Mechanical Engineering (ME).

Pasar Senen Blok 3 merupakan salah satu pasar komersial milik PD. Pasar Jaya. Pembangunan pasar ini dilakukan karena sebelumnya terbakar pada tanggal 19 Januari 2014. Pasar dengan tampilan baru ini dibangun dengan tampilan modern agar masyarakat semakin nyaman berbelanja. Terlebih kawasan pasar senen merupakan salah satu pasar tertua di Jakarta.

Di lokasi pasar yang baru sudah tersedia parkir kendaraan sebanyak 340 unit. Bangunan pasar juga sudah sesuai standar nasional indonesia (SNI) yang dilengkapi Fire Sprinklers, Hydrant air, CCTV dan lainnya. Sedangkan untuk 4 pasar lainnya yang secara simbolis ikut diresmikan pembangunannya dimulai sejak Januari 2017 lalu. Ini merupakan pasar yang dibangun dengan dana penyertaan modal daerah. Sehingga untuk pedagang tidak dikenakan biaya bangunan melainkan hanya biaya operasional pasar yang dibayarkan setiap bulan melalui sistem cash management system (CMS) Bank DKI :

  1. Pasar Sinar berdiri di lahan seluas 1.860 meter persegi dengan luas bangunan 1.496 meter persegi, dan 153 unit tempat usaha. Adapun sebanyak 148 unit merupakan tempat usaha eksisting.
  2. Pasar Bidadari berdiri di lahan seluas 3.004 meter persegi dengan luas bangunan 2.553 meter persegi dan tersedia 146 unit tempat usaha. Sebanyak 89 unit merupakan tempat usaha eksisting.
  3. Pasar Cawang Kavling berdiri di lahan seluas 2.754 meter persegidengan luas bangunan 2.255 meter persegi dan tempat usaha yang tersedia sebanyak 306 unit. Sebanyak 304 unit merupakan tempat usaha eksisting
  4. Pasar Karet Belakang (Karbela) berdiri di lahan seluas 2.868 meter persegi dengan luas bangunan 2.438 meter persegi dan tempat usaha tersedia sebanyak 372 unit. Sebanyak 369 unit merupakan tempat usaha eksisting.

Direktur Utama PD. Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan revitalisasi pasar masih menjadi salah satu tugas yang cukup penting. Sehingga diharapkan seluruh pasar yang ada di Ibukota sudah aman, nyaman dan tidak kalah bersaing dengan supermarket. Dalam pembangunan pasar juga akan dilihat potensi apa yang dapat digabung disana sehingga pasar tetap eksis.

“Tahun depan pembangunan pasar tidak hanya fisik pasarnya namun akan kita bangun secara mix use dan Transit Oriented Development (TOD), salah satunya terlihat di Pasar Rumput dimana dibawahnya pasar diatasnya rusunawa.

Sehingga potensi masyarakat yang tinggal di rusunawa cukup untuk berbelanja di pasar, kedepannya akan kita lihat terus potensi apalagi yang bisa dikerjasamakan dengan pasar,” ujarnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close