CSR

Bulog Gandeng Polda Metro Jaya Stabilkan Harga Pangan

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menggandeng Kementerian Perdagangan dan Polda Metro Jaya melaksanakan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kamis (14/12/2017). (tempo.co.id)   

Jakarta Review, Jakarta – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menggandeng Kementerian Perdagangan dan Polda Metro Jaya melaksanakan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ketiga institusi ini, Kamis (14/12) pagi, melepas 11 truk boks berisi sejumlah komoditas kebutuhan pokok untuk menjaga stabilitas harga, menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Perum Bulog, Karyawan Gunarso mengatakan, pihaknya mendapat instruksi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia termasuk Jabodetabek.

“Selaku operator kami akan menyiapkan komoditas beras agar harganya stabil akhir tahun ini dan menjalin kerja sama dengan distribusi, serta bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan selaku regulator,” ujar Gunarso, di halaman depan Markas Ditkrimsus Polda Metro Jaya.

Ia menyebutkan, ada 198 titik operasi baik di pasar, permukiman, lokasi yang dilalui masyarakat yang akan menjadi target operasi pasar. “Dilakukan masif di seluruh Indonesia. Ada sebelas komoditas pangan strategis yang berpotensi mengalami kenaikan harga, yakni beras, minyak goreng, dan gula, yang bisa dijaga dan stabil,” tambah Gunarso.

Komoditas utama yang didistribusikan dalam gerakan mulai 14-21 Desember tersebut di antaranya beras 5 kg dengan harga Rp 40.000, gula pasir 12.500 ribu/kg, dan minyak goreng Rp 11 ribu/liter.

Masing-masing truk GSP Bulog membawa sedikitnya 3 ton beras, 50 dus gula, 20 dus minyak goreng. Di terminal pertama, Bulon melepas 500 ton beras medium.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemdag Tjahya Widayanti menyebutkan, dengan gerakan stabilisasi pangan tersebut, maka masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

“Jelang akhir tahun memang ada potensi kenaikan permintaan dibarengi kenaikan harga perlu diantisipasi dengan stabilisasi pangan, agar harga tersebut tetap stabil. Membuat suasana tenteram, tahun baru ini tenang, tersenyum, tanpa memikirkan gejolak harga,”kata Tjahya.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol, Purwadi Arianto akan menindak secara hukum oknum atau pihak yang sengaja menahan stok komoditas untuk memancing kenaikan harga.

“Kita akan lakukan penegakan hukum terhadap oknum yang membuat barang-barang kebutuhan masyarakat langka mulai dari komoditas pangan termasuk gas elpiji,” kata Purwadi.

Sumber: Suara Pembaruan

Tags

Artikel Terkait

Baca Juga

Close
Close