CSR

Food Station Gandeng Sriboga Hadirkan Waralaba Kuliner OK OCE di Rawa Terate

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya sedang mencoba mengolah tepung di acara program pelatihan UMKM berbasis tepung terigu hasil kerjasama  antara PT Food Station Tjipinang Jaya  dengan UMKM PT Sriboga Flour Mill di Kelurahan Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada 5 Agustus 2018. (Sigit Artpro/Jakrev.com)

Jakarta Review, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan Waralaba Kuliner OK “Super Kriuuk Chicken” dan “Pecel Ayam Bu Sugih” di Kelurahan Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada 5 Agustus 2018.

Peresmian tersebut bertepatan dengan acara sosialisasi program, pelatihan program, peresmian program dan demo masak. Waralaba “Super Kriuk Chicken” merupakan salah satu binaan PT Food Station Tjipinang Jaya  bekerja sama dengan UMKM PT Sriboga Flour Mill.

Kerja sama pembinaan UKM ini dimaksudkan untuk menciptakan entrepreneur baru dan membuka lapangan kerja, dengan target One Kecamatan One Centre for Entrepreneurship.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, target “Super Kriuk Chicken” dan “Pecel Ayam Bu Sugih” akan ada 200 chapter di DKI Jakarta, sehingga akan ada kurang lebih 200 entrepreneur baru dan membuka lapangan kerja sebanyak 800 orang.

“Penciptaan entrepreneur dan lapangan kerja baru ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga menengah ke bawah melalui program pengembangan kewirausahaan dan kemandirian,” kata Arief.

Arief menambahkan, melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, pihaknya ingin menegaskan kepada khalayak luas, bahwa PT Food Station sangat concern terhadap aktifitas program pengembangan kewirausahawan dan kemandirian.

Ada Tolak Ukurnya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sedang memberikan motivasi kepada Ibu-ibu peserta program pelatihan UMKM berbasis tepung terigu hasil kerjasama  antara PT Food Station Tjipinang Jaya  dengan UMKM PT Sriboga Flour Mill. (Sigit Artpro/Jakrev.com)

Vice Presiden PT Sriboga Flour Mill Zas Ureawan mengatakan dalam kerja sama ini, Sriboga akan membantu Food Station untuk membantu pelatihan dan pembinaan pelaku bisnis UMKM berbasis olahan tepung terigu. Food Station membantu kami menyediakan basis peserta yang akan mengikuti pelatihan UMKM, sementara kami menyiapkan pelatihan, sarana dan prasrana serta tepung sebagai bahan dasar untuk dikelola.

Melalui pelatihan ini lanjutnya, peserta akan mendapatkan berbagai bentuk materi pelatihan pengolahan berbasis tepung terigu, selain itu pelaku UMKM yang ikut pelatihan juga akan diberikan gerobak yang akan diberikan secara cuma-cuma. Sayaratnya dalam kurun waktu 6 bulan mereka harus berhasil dengan target yang telah ditetapkan. Kalau tidak, maka gerobaknya akan direalokasikan kepada peserta lain.

Untuk awal, Sriboga akan memberikan gerobak usaha sebanyak 100 unit.

“Untuk awal, ya nggak perlu muluk-muluk dulu. Yang pasti jumlahnya tergantung dari kemampuan kami dalam mengawasi peserta pelatihan. Intinya ini nggak lepas dari soal pengawasan karena peserta nantinya akan dibimbing. Mengenai hitungan berapa banyak gerobaknya tentu perlu diuji coba dulu. Karena itu sebagai awal kami putuskan 100 gerobak dulu dalam beberapa bulan kedepan,” ujar Zas.

Lebih lanjut Zas menambahkan, program pelatihan ini dibuat untuk berhasil dan bukan untuk gagal. Karena itu kita harus bijaksana dalam memutuskan. Nah tentu kita mulai dari jumlah kecil dengan harapan dalam periode tertentu akan berkembang dan berhasil.

“Prinsipnya sebagai mitra dari Fod Station, kami tentu akan dengan senang hati melayani berapapun jumlah gerobak usaha yang diminta. Tapi karena ini bersifat pembinaan dan kerjasama untuk berhasil, tentu harus ada tolak ukurnya. Jadi nggak bisa langsung dikasih 1000 gerobak karena nanti akan sulit untuk pengawasannya,” jelasnya.

Mengenai targetnya adalah berapa banyak penggunaan tepung dalam satu bulan. Dan ini sudah ada indikatornya masing-masing sesuai dengan jenis usaha dan daerahnya. Misalnya untuk bisnis ayam goreng, target kami adalah 4 kilo tepung per hari. Tepung sebanyak 4 kilo ini bisa digunakan untuk menggoreng 10-12 kilo ayam. Meskipun nggak bisa digeneralisir karena tergantung nanti dari tingkat kecanggihan dari cara menggorengnya.

“Jadi nggak semata-mata dapat gerobak gratis tapi juga harus mencapai ditarget yang telah ditetapkan berdasarkan daerah dan jenis usahanya,” cetusnya.

Sementara itu untuk evaluasinya, nanti dilihat dalam 6 bulan kedepan bagaimana perkembangan usahanya.

“Kalau nggak berhasil, tapi kami lihat ada kesungguhan, kami akan tetap berusaha mensuport mereka. Yang jadi kendala kalau mereka tiba-tiba berhenti berusaha. Misalnya baru usaha 1-2 bulan lalu berhenti. Nah untuk kondisi yang seperti ini maka gerobak usahanya akan kita realokasikan kepada peserta yang lain,” tandasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close