CSR

Indofood Gandeng Pergizi Pangan Gelar Pendidikan Sarapan Sehat di Tujuh Kota

Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana berfoto bersama peserta program pendidikan  sarapan sehat untuk pelajar, mahasiswa dan dosen. Kegiatan yang sudah berlangsung empat kali ini akan berlangsung di 7 kota di Pulau Jawa. (Dok Indofood)  

Jakarta Review, Jonggol – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (“Indofood”) bersama Pergizi Pangan kembali mengadakan Pendidikan Sarapan Sehat untuk pelajar, mahasiswa dan dosen di tujuh kota di Pulau Jawa. Ketujuh kota tersebut adalah Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Sidoardjo, dan Jember. Adapun rincian siswa yang terlibat adalah 12.600 siswa Sekolah Dasar, 525 guru SD, 840 orang tua, 490 mahasiswa dan Dosen di tujuh kota di Pulau Jawa.

Acara yang sudah keempat kalinya ini mengangkat tema “Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi,”. Kegiatan yang dilaksanakan di bulan April hingga Mei ini, dilaksanakan dalam rangka memeringati Hari Gizi Nasional dan Pekan Sarapan Nasional (PESAN).

Menurut Naskah Akademik Pekan Sarapan Nasional, Pergizi Pangan Indonesia tahun 2012 menunjukkan prevalensi tidak biasa sarapan pada anak dan remaja 16,9 persen-59 persen dan pada orang dewasa 31,2 persen. Sementara hasil analisis data konsumsi pangan Riskesdas 2010 pada 35.000 anak usia sekolah 44,6 persen anak yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15 persen kebutuhannya yang seharusnya 15-30 persen kebutuhan (Hardinsyah dan Aries M, 2012). Artinya, 70 persen atau 7 dari 10 anak usia sekolah belum memenuhi gizi sarapan.

Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof Dr Hardinsyah MS, menjelaskan, “Secara terus menerus PERGIZI PANGAN dan Indofood memberikan edukasi kepada masyarakat, yang meliputi siswa SD, orangtua, guru, mahasiswa dan dosen. Tahun ini sudah ke empat kalinya. Hasil evaluasi yang kami lakukan di dua kota yang menjadi baseline Pendidikan Sarapan Sehat kami, yakni Malang dan Purwokerto, menunjukkan adanya peningkatan praktik sarapan sehat siswa SD dari 57 persen di tahun 2016 menjadi 73 persen di tahun 2017. Sehingga baik PERGIZI PANGAN maupun Indofood menganggap perlu untuk melanjutkan ini sebagai kontribusi bagi upaya perbaikan gizi bangsa. Tujuan Pendidikan Sarapan Sehat ini adalah untuk mengingatkan dan mendorong masyarakat terutama anak sekolah dan remaja agar menerapkan perilaku gizi seimbang dengan baik, yang salah satunya adalah membiasakan sarapan sehat yaitu kegiatan makan dan minum yang aman dan bergizi memenuhi 15-30 persen kebutuhan gizi sebelum beraktivitas atau sekolah, maksimal sebelum jam 9 pagi.

Sementara Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana, mengungkapkan “Kami menyadari bahwa selalu menyajikan makanan dengan gizi seimbang akan mampu mengoptimalkan tumbuh kembang anak sehingga mereka akan menjadi generasi yang sehat dan cerdas. Oleh karenanya, kami terus mendorong keluarga Indonesia untuk sadar gizi. Sajikan sarapan yang bervariasi dan lengkap unsur gizinya.” Pada kegiatan ini, Indofood menyajikan alternatif menu sarapan dengan gizi seimbang berupa Indomie Goreng sebagai sumber karbohidrat dilengkapi dengan telur untuk protein dan sayur, serta minuman berupa air mineral Club dan susu Indomilk.

Kegiatan pendidikan sarapan ini meliputi 1) Pelatihan kepada dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator pendidikan sarapan sehat, 2) Pelatihan dan edukasi sarapan sehat bagi guru, 3) edukasi sarapan sehat bagi anak sekolah 4) edukasi kepada orang tua siswa. Metode penyampaiannya pun disesuaikan agar mudah dipahami dan dimengerti, seperti melalui komik Ayo Sarapan Sehat! dan Cakram Alternatif Sarapan Sehat, sebagai salah satu karya PERGIZI PANGAN Indonesia.

Setelah mengikuti Pendidikan Sarapan Sehat, mahasiswa dan dosen akan berperan sebagai fasilitator. Kegiatan ini menggandeng mahasiswa dan dosen dari Program Studi Gizi dan Boga di tujuh  perguruan tinggi yaitu Universitas Sahid Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Poltekkes Tasikmalaya, Poltekkes Cirebon, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Jember.

Pendidikan Sarapan Sehat yang dilaksanakan sejak tahun 2015 telah mengedukasi 48.416 siswa SD, 2.782 guru SD, 2.174 orang tua, 2.462 mahasiswa dan dosen di 31 Kota/Kabupaten di Pulau Jawa. Agar lebih menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia yang sadar pentingnya sarapan yang sehat, tahun ini, kami akan mendatangi sekolah dasar-sekolah dasar di tujuh kota, yang belum pernah mendapatkan Pendidikan Sarapan Sehat. “Harapan kami, upaya edukasi ini semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya sarapan, pentingnya gizi seimbang sehingga semakin berkurangnya anak kurang gizi atau gizi buruk dan berganti dengan generasi yang sehat dan cerdas,” tutup Indrayana. (win)

Tags
Close