CSR

Restu Pratiwi, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli

Kami Sudah Terlanjur dikenal dengan Program CSR Pasar Tradisional

Restu Pratiwi, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli. (Istimewa)

Yayasan Danamon Peduli (YDP) sejak awal berdiri sudah dikenal dengan berbagai program CSR yang terkait dengan Pasar Tradisional. Namun sejatinya YDP juga memiliki program CSR lain, antara lain peduli lingkungan dan tanggap bencana.

“Sejak awal berdiri, kami sudah terlanjur dikenal dengan program CSR pasar tradisional, karena itu kami tetap konsisten disitu walaupun mulai diselingi dengan berbagai program lain,” kata Restu Pratiwi, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli kepada windarto dari Jakarta Review.

Nah untuk mengetahui lebih jauh mengenai program-program YDP kedepan, beberapa waktu yang lalu, Restu Pratiwi, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli berkenan memberikan penjelasan kepada Jakarta Review.

Berikut petikannya :

Akhir Oktober lalu, YDP menggelar penghargaan untuk pasar tradisional yang diberi nama Anugerah Pancawara. Bisa dijelaskan apa tujuannya ?

Sejak awal berdiri YDP telah dikenal publik sebagai lembaga yang memiliki program CSR yang sangat peduli dengan perkembangan Pasar Tradisional. Nah dari pengalaman tersebut, kami merasa perlu memberikan sebuah penghargaan kepada para pengelola pasar entah itu Dinas setempat ataupun BUMD nya. Intinya kami ingin prestasi mereka dalam mengelola pasar dihargai. Harapannya program ini kedepan diteruskan oleh Kementerian Perdagangan.

Apakah itu artinya program Anugerah Pancawara ini akan digelar regular ?

Tentu saja, program ini sejak awal akan dibuat regular. Tahun ini kita akan akan  riset terlebih dulu. Mudah-mudahan awal tahun depan sudah bisa digelar lagi Anugerah Pancawara yang kedua.

Apa saja insentif yang disiapkan kepada pemenang Anugerah Pancawara ?

Salah satunya, untuk program mitigasi bencana kebakaran, tahun ini akan kami mulai di Banda Aceh. Pasalnya salah satu Pasar di Banda Aceh kemarin menjadi salah satu finalis dalam Anugerah Pancawara. Jadi pelatihan mitigasi ini adalah insentif buat para finalis Anugerah Pancawara. Karena itu pelatihan akan berlanjut dengan finalis lainnya.

Bagaimana dengan PD Pasar Jaya, apakah YDP pernah menggelar pelatihan mitigasi serupa ?

Kami sudah 2 kali menggelar pelatihan mitigasi bencana dengan PD Pasar Jaya. Pertama di Pasar Pondok Indah dan yang terakhir akhir tahun lalu di Pasar Induk Kramat Jati. Saat di Pasar Pondok Indah pengelola dan pedagang pasar yang ada di sekitar wilayah Jakarta Selatan diikutsertakan, sementara saat pelatihan digelar di Pasar Induk Kramat Jati, pengelola dan pedagang pasar yang ada di sekitar Jakarta Timur yang diikutsertakan.

Sejauh mana urgensi pelatihan mitigasi bencana kebakaran ini ?

Kita tahu banyak pasar tradisional yang bangunannya sudah tua dan rawan terjadi kebakaran. Dan kita terlalu sering mendengar terjadi kebakaran di pasar. Karena itu kami merasa penting untuk menggelar pelatihan mitigasi bencana kebakaran ini dengan bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan pengelola pasar setempat. Keduanya penting ada kalanya saat kebakaran pengelola nggak ada, atau sebaliknya pengelolanya ada tetapi pedagangnya nggak ada.

Apa materi yang diberikan dalam pelatihan mitigasi tersebut ?

Sejak awal pelatihan ditujukan untuk meminimalisir dampak kerugian dari bencana kebakaran. Karena itu dalam pelatihan kami bekali pedagang dan pengelola pasar dengan keterampilan untuk menanggulangi bencana kebakaran. Tidak hanya dengan keterampilan menggunakan APAR, tetapi juga dengan cara tradisional karung basah dan juga pasir.

Sudah berapa banyak yang mengikuti pelatihan ini ?

Dari 2016- sampai sekarang kurang lebih 2200 pedagang dan pengelola pasar yang kami berikan pelatihan. Ini kami lakukan secara bertahap. Tahun ini program akan diawali di Banda Aceh. Pasalnya pasar yang ada disana adalah salah satu finalis program Anugerah Pancarawa. Jadi ini sebagai insentif buat finalis.

Selain itu apalagi program yang akan digelar oleh YDP ?

Kami juga menggelar program peduli lingkungan misalnya lingkungan sekitar pasar, taman kota, RPTRA, fasilitas olahraga dan seterusnya. Sekedar informasi YDP setiap tahunnya menganggarkan dana hingga Rp2,5 miliar untuk berbagai program lingkungan. Salah satunya menanam 3.000 pohon di Kabupaten Bandung. Beberapa program yang sudah dilakukan antara lain pengadaan sarana prasarana kebersihan, pembuatan lubang biopori, perbaikan taman kota, dan lainnya.

Lalu program apalagi ?

Kami juga akan menggelar program literasi keuangan sebagai program wajib dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun berbeda dengan lembaga keuangan lainnya, yang banyak menyasar kalangan anak-anak sekolah, kami akan lakukan diberbagai kalangan, terutama kalangan UMKM, salah satunya pedagang pasar. Mengapa, karena pedagang pasar biasanya mencampur keuangan keluarga dengan bisnis. Ini sesuatu yang tidak dibenarkan dalam bisnis. Karena itu pelatihan kepada mereka akan lebih intensifkan lagi.

Apakah pelatihan kepada pedagang pasar tersebut termasuk pelatihan pengenalan digital ?

Tentu saja. Sekarang eranya teknologi. Kita nggak boleh lagi cuek dengan perkembangan ini. Akhir tahun lalu bekrjasama dengan Republika kami sudah menggelar Pelatihan untuk pelaku UKM dari 50 pasar tradisional di Sragen mengikuti pelatihan pembukuan usaha berbasis android. Melalui pelatihan tersebut, pelaku UMKM didorong agar mampu membuat pembukuan yang baik dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Pelatihan tersebut juga sangat penting bagi para pelaku usaha agar dapat mengikuti perkembangan teknologi.

Tahun ini apakah pelatihan serupa akan digelar juga ?

Tahun ini pelatihan pengenalan digital akan kita gelar di tempat yang berbeda. Jadi kami membuka kesempatan untuk kerjasama dengan berbagai pihak lain. Hanya saja untuk efektifitas kami ingin pelatihan digelar untuk orang yang benar-benar mau ikut pelatihan.  (win)

Tags

Artikel Terkait

Close