BIROKRASIMEGAPOLITAN

Ada Koleksi Mainan Lego di RPTRA Taman Budaya

Anak-anak sedang menikmati koleksi mainan lego di RPTRA Taman Budaya Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. (Sigit Artpro)

Jakarta Review – Koleksi 2 boks mainan lego di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Taman Budaya Kelurahan Utan Panjang Jakarta Pusat ternyata sangat diminati oleh anak-anak setempat.

“Tiap hari ada saja sekelompok anak-anak yang minta kepada kami untuk bermain lego,” ujar Eni Kusumarini salah seorang pengelola RPTRA Taman Budaya kepada Jakarta Review.

Karena legonya terbatas hanya 2 boks lanjut Eni, bersama pengelola yang lain dirinya menerapkan batas maskimal dalam bermain lego.

“Untuk setiap anak kami batasi maksimal 30 menit untuk bermain lego. Setelah itu mereka harus bergantian dengan anak-anak yang lain,” tuturnya.

Selain itu, mengingat mahalnya harga mainan lego, sebagai petugas RPTRA dirinya juga ditugaskan untuk menjaga keutuhan maianan terebut.

“Kami ditugaskan menjaga mainan tersebut agar tetap utuh dan usia pakainya bertahan lama dengan demikian bisa bermanfaat untuk anak-anak setempat,” terangnya.

Eni menambahkan menambahkan untuk anak-anak yang masih sekolah, pihaknya juga diminta untuk mengawasi anak-anak tersebut. Pengawasan tersebut dilakukan agar anak-anak tersebut tidak bolos sekolah hanya untuk bermain di RPTRA.

Sekedar informasi tahun lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapatkan hibah mainan lego dari Kerajaan Denmark. Negara skandinavia tersebut menyumbangkan lego agar bisa digunakan di RPTRA yang ada di 267 Kelurahan yang ada Jakarta.

Mainan khas Denmark tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge di Balai Kota DKI Jakarta. Tujuan dari hibah tersebut adalah untuk mengembangkan kreatifitas anak-anak di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sendiri mengaku senang dengan bantuan tersebut. Pasalnya dengan hibah ini anak-anak di Jakarta bisa mendapatkan permainan edukasi yang sama seperti di Denmark. Basuki berharap dengan adanya maninan ini, maka kreativitas anak-anak akan bertambah.

“Kami sangat senang jadi, anak-anak Jakarta sejak kecil sudah main yang sama dengan anak-anak Eropa. Itu yang penting,” tandasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close