HUKUMMEGAPOLITAN

Anggota DPRD Desak Djarot Berantas Praktek Prostitusi di Apartemen

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Hanura Wahyu Dewanto. (Makmun)

Jakarta Review – Pelacuran alias ‘ayam kampus’ yang marak di sejumlah apartemen ibukota, mendapat sorotan dari kalangan DPRD DKI Jakarta. Gubernur Djarot Saiful Hidayat didesak memberantas praktik maksiat di lingkungan hunian yang mengganggu ketenangan warga.

Gubernur Djarot harus berani memberikan sanksi tegas dan berat terhadap semua pihak yang terlibat dalam jaringan ‘ayam kampus’. Terutama kepada wanita PSK yang melayani syahwat di kamar apartemen harus dikenakan sanksi tegas, termasuk pengelola atau pemilik apartemen harus ikut bertanggung jawab. Libatkan polisi untuk menyegel unit apartemen yang disalahgunakan agar pemiliknya waspada.

Anggota dewan dari Fraksi Hanura, Wahyu Dewanto yang meminta Pemprov DKI melakukan pengawasan secara berlapis.

“Pengawasan juga melibatkan anggota Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) dan petugas keamanan gedung,” ujar Wahyu , Senin (31/7) seperti dikutip poskotanews.com. Gubernur juga harus bisa mewajibkan para pengelola apartemen untuk memasang alat kamera cctv di areal publik pada lingkungan apartemen.

Menurutnya PPRS harus dilibatkan karena mereka merupakan orang-orang yang paling tahu berbagai aktivitas yang berlangsung di tempat huniannya.

“Libatkan PPRS agar mereka juga harus mempunyai kepedulian terhadap lingkungan huniannya,” papar Wahyu yang bertugas di Komisi D. Pemprov DKI harus membuka telpon pengaduan dan melindungi identitas warga pengadu.

Sekda DKI Jakarta M. Saefullah meminta sejumlah SKPD terkait meningkatkan pengawasan hunian vertikal.

“Contohnya, langkah Dinas Dukcapil yang menggelar Operasi Biduk di apartemen itu bagus, tapi harus ditingkatkan dan merata di seluruh apartemen,” ujarnya.

Tiap gedung hunian yang belum punya PPRS harus segera dibentuk demi ketertiban administrasi kependudukan.

Kegiatan prostitusi di lingkungan hunian tentu sangat meresahkan masyarakat. Apalagi penghuni gedung itu sebagian besar merupakan kelompok rumah tangga. “Apartemen tidak boleh disalahgunakan untuk kegiatan asusila,” tandas Saefullah. (win)

 

Tags
Close