BIROKRASI

39.000 Anak Tak Sekolah Dianggarkan Dapat KJP Plus Tahun 2018

Guberunur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. (istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dana itu bisa digunakan untuk pelatihan anak-anak usia sekolah SMP dan SMA yang tidak sekolah.

“Biasanya pada usia (SMP dan SMA) itu mereka diberikan pelatihan, keterampilan, dan sambil kejar paket. Jadi mereka bisa bekerja, membantu keluarga, tetapi kejar paketnya dilakukan,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (6/11/2017).

Anies menjelaskan, cara yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni menentukan tempat-tempat pelatihan untuk anak-anak penerima KJP Plus itu. Nanti, Pemprov DKI Jakarta akan mentransfer biaya pelatihan itu melalui program KJP Plus.

Anies menyebut cara seperti itu sudah dilakukan di tingkat nasional.

“Dengan menentukan tempat-tempat yang di mana mereka bisa melakukan pelatihan, lalu mereka mendaftar, lalu nanti bisa ditransfer biayanya ke tempat pelatihan,” kata dia.

Sementara untuk anak usia SD, dana KJP Plus bisa digunakan agar anak-anak itu kembali ke bangku sekolah.

“Bagi yang masih jenjangnya SD, masih ada potensi untuk bisa ditarik lagi (ke sekolah),” ujar  Anies.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan, ada hampir 39.000 anak tak sekolah yang akan mendapatkan KJP Plus. Semuanya adalah anak-anak yang masih dalam usia sekolah.

“39.000-an (anak). Untuk apanya, selama ini rapat intensif. (Jumlahnya) 38.000 sekian,” kata Bowo melalui pesan singkat kepada Kompas.com.

Ia menjelaskan, anggaran untuk KJP Plus pada 2018 naik sekitar Rp 560 miliar dibandingkan anggaran KJP pada 2017. Dana yang dianggarkan untuk program KJP Plus pada Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018 yakni Rp 3,9 triliun.

Ada beberapa hal yang membuat anggaran KJP Plus meningkat. Pertama adanya perubahan besaran satuan KJP. Kedua, dana untuk KJP Plus meningkat karena ada tambahan calon penerima program.

“Ketiga, ada bantuan program bridging (persiapan seleksi masuk perguruan tinggi) bagi kelas 12 sebanyak 53.000-an penerima, masing-masing Rp 500.000 untuk beli buku, beli formulir masuk perguruan tinggi,” ujar Bowo. (win/kompas.com)

Tags

Artikel Terkait

Close