BIROKRASI

Anies Optimistis Penyerapan APBD DKI 2018 di Atas 80 Persen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Gubernur DKI, Anies Baswedan optimistis penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2018 bisa di atas 80 persen atau paling tidak menyamai penyerapan anggaran tahun 2017 sebesar 83 persen.

Rasa optimisme itu ada, karena ia melihat pembangunan fisik proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan SKPD DKI sudah mencapai 72 persen per awal November. Hanya saja, pembayaran baru dilakukan sekitar 55 persen. Itu yang menyebabkan nilai penyerapan anggaran 2018 masih terlihat rendah.

“Jadi di sini, pembayaran yang sudah dilakukan Pemprov DKI itu mencapai 55 persen, tetapi pekerjaan yang sudah dituntaskan besarannya 72 persen. Jadi ada selisih antara apa yang dikerjakan dengan apa yang sudah dibayarkan,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (13/11).

Adanya selisih dari pembayaran proyek dengan pengerjaan fisik proyek, dikarenakan para kontraktor pemenang lelang memilih untuk menagihkan pembayaran sekaligus di akhir tahun. Mereka tidak mau menagih pembayaran pengerjaan proyek berkali-kali, dikarenakan prosedur penagihan yang dirasa cukup panjang.

“Ini yang menjadi koreksi internal kita. Bahwa proses penagihan harus mudah. Sehingga mereka akan sering menagihkan ke Pemprov DKI. Kalau sering menagih pembayaran kan, maka angka serapan dan angka proyek tidak selisih jauh. Kalau sekarang itu selisihnya jauh,” ujarnya.

Dicontohkan penyerapan anggaran di Dinas Pendidikan (Disdik) DKI. Penyerapan anggarannya masih di angka 25 persen, sementara pengerjaan proyek di bidang pendidikan sudah diatas 75 persen.

“Yang paling ekstrim itu di pendidikan. Kemarin pekerjaannya di atas 75 persen, tetapi pembayarannya sedikit di atas 25 persen. Jadi jauh sekali. Timpang sekali. Itu di pendidikan. Jadi bagaimana? Kita kan melihat paling gampang dari serapan. Serapan kan artinya pembayaran,” terangnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags

Artikel Terkait

Close