BIROKRASI

Bazis Jakut Gandeng LPOM MUI Sosialisasi Sertifikasi Halal ke IKM

Kepala Bazis Jakarta Utara Hari Agusti didampingi Ketua Yayasan Terawulan Indonesia Diyan Setyawati meninjau stan kelompok binaan yang menghadiri acara sosialisasi sertifikasi halal di Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (30/4/2018). (Dok Terawulan)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Kota Administratif Jakarta Utara melalui Badan Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah (Bazis) Jakarta Utara bekerjasama dengan Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan (LPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan sosialisasi sertifikasi halal kepada Industri kecil dan menengah (IKM) binaannya di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin (30/4/2018).

Kepala Bazis Jakarta Utara Hari Agusti mengatakan, selain untuk menyambut Bulan Suci Ramadan, sosialisasi memang sudah diagendakan oleh pihaknya. Dengan demikian bisa memastikan kehalalan produksi kelompok binaan youghurt, sosis, kue kampong dan tanaman hidroponik.

“Sertifikasi halal ini memang sudah menjadi kewajiban kita, supaya mereka harus halal, dan tidak akan keluar sertifikat halalnya kalau tidak halal,” kata Hari.

Selanjutnya, kata Hari, Bazis dan LPPOM MUI akan mengaudit produk-produk yang dijajakan oleh kelompok binaan untuk dicek kehalalannya.

“Daging ayam misalnya, itu ayam dari mana dapatnya, itu harus dilacak, kan. Nah, terus bagaimana cara pemotongannya, bagaimana cara pemasakannya. Nah, itu dinilai semua dari orang-orang dari LPPOM MUI,” kata Hari.

Hari berharap, IKM binaannya dapat memasarkan produknya secara lebih luas dengan adanya sertifikasi halal. Menurut dia, para pedagang sulit bersaing di pasar yang lebih besar karena belum memperoleh sertifikasi halal.

“Kalau terjadi sesuatu dengan hasil makanan, kan enggak ada yang bertanggung jawab. Tetapi, kalau sudah di BPPOM, kan dan sudah disertifikasi halal, ada yang bertanggung jawab,” kata Hari.

Buka Jalur Pemasaran

Sekedar informasi, saat ini Bazis Jakut bersama Yayasan Terawulan Indonesia sudah membina sekitar 865 IKM. IKM tersebut terbagi dalam puluhan kelompok binaan sesuai dengan produk-produknya.

Sejak dibina dan diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sekitar 4 bulan lalu, kelompok-kelompok binaan ini sudah rutin berproduksi. Bahkan selama ini setiap kelompok sudah mampu meraih keuntungan yang bervariasi.

“Seperti salah satu kelompok youghurt keuntungannya bisa mencapai Rp8 juta perbulan. Kita berharap mereka bisa mendapat sertifikat halal,” tandasnya.

Selain itu dibawah asuhan Yayasan Terawulan Indonesia, kelompok binaan tersebut juga berulangkali diikutsertakan dalam berbagai even pameran. Terakhir minggu lalu, kelompok binaan ini diikutsertakan dalam sebuah acara pameran di Universitas Bung Karno.

Sebelumnya berbagaia produk kelompok binaan Bazis Jakut bersama Terawulan ini juga sudah diuji oleh Dinas KPKP DKI Jakarta.

Ketua Terawulan Indonesia, Diyan Setyawati mengatakan kegiatan uji petik yang dilakukan oleh Dinas KPKP DKI Jakarta adalah sebuah proses yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan sebuah produk pangan.

“Kegiatan uji petik ini memang sudah kami agendakan bersama Bazis Jakarta Utara,” ujar Diyan.

Selain melakukan uji petik dengan Dinas KPKP DKI Jakarta, bersama Bazis Jakarta Utara saat ini Terawulan juga sedang berusaha keras membuka jalur pemasaran untuk berbagai produk binaan tersebut. Caranya dengan lebih dulu melengkapi berbagai kelengkapan administrasi antara lain pendaftaran paten dan merek, sertifikasi halal dan BPOM.

Lebih dari itu, Terawulan juga sudah melakukan penjajakan pemasaran dengan Jakmart jaringan distribusi ritel milik PD Pasar Jaya dan sejumlah gerai modern lainnya.

“Singkatnya semuanya sedang kami urus sekarang. Mohon doanya saja agar semuanya berjalan lancar dan cepat,” cetusnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close