BIROKRASI

DKI Gandeng BUMD Pangan Hadirkan Gerai Susu Kewirausahaan Terpadu di Bambu Apus

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati berserta Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi, Rabu (7/11) meresmikan Gerai Susu dan Kewirausahaan Terpadu yang berlokasi di Jalan Bambu Apus No. 20 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Hadir pula dalam peresmian tersebut Kadis KPKP DKI Jakarta Darjamuni, Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi, Dirut PD Dharma Jaya Johan Romadhon dan Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta Trisno Nugroho. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menghadirkan Gerai Susu dan Kewirausahaan Terpadu, sebagai  usaha membangkitkan semangat kewirausahaan pada sektor peternakan khususnya peternak sapi perah, Rabu (7/11).

Peresmian gerai Susu dan Kewirausahaan Terpadu tersebut merupakan upaya memenuhi target Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta dalam rangka menciptakan sebanyak 5.277 wirausaha baru.

Gerai yang terletak di Halaman UPT Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan,  Jalan Bambu Apus No. 20 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur tersebut peresmiannya ditandai dengan pengguntingan pita oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian Setda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati berserta Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi.

Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama PD Dharma Jaya Johan Romadhon dan Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta Trisno Nugroho.

“Peresmian Gerai Susu dan Kewirausahaan Terpadu ini, sebagai bagian dari pelaksanaan pembinaan para pelaku usaha dengan memberikan fasilitas berusaha bagi pelaku usaha yang sudah ikut dalam program pengembangan kewirausahaan terpadu Program OK OCE,” ujar Usmayadi.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Darjamuni mengatakan, Gerai Susu di Bambu Apus ini adalah sentra penghasil susu di Jakarta Timur.

“Kita namakan Gerai Susu supaya produk susu di Jakarta Timur lebih dikenal masyarakat, selain itu juga kita ingin tempat distribusi  pangan terpusat bagi pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Jakmart yang tersedia di dalamnya,” ujarnya.

Darjamuni menjelaskan, untuk umum harga susu  normalnya Rp. 70.000 tapi untuk khusus KJP kita subsidi Rp. 40.000 jadi cukup membayar Rp. 30.000 saja mendapatkan 1 (Satu) dus isi 24 susu.

“Hasil susu perhari untuk seluruh wilayah DKI Jakarta dari Pondok Ranggon sebanyak 13 ribu liter, kita belum bisa memenuhi permintaan susu seluruh DKI Jakarta, dan masih terus bekerjasama dengan pihak di luar daerah agar tetap bisa memenuhi konsumsi susu di wilayah DKI Jakarta,”ujar Darjamuni.

Darjamuni menambahkan untuk meningkatkan produksi Susu di seluruh DKI Jakarta kita akan sentralkan semuanya di Pondok Ranggon karena potensi bagus.

“Kami menjamin sapi yang masuk adalah sapi pilihan, kita karantina dan periksa terlebih dahulu sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” tandasnya.

Bangun 10 Gerai Tematik

Darjamuni menambahkan gerai susu dan Kewirausahaan Terpadu ini merupakan gerai ke empat yang diresmikan, sebelumnya sudah dibuka tiga gerai, di Ragunan Jakarta Selatan dan Klender Jakarta Timur dan Gerai Cupang di Slipi Jakarta Barat.

Kedepan, ia menargetkan hingga sepuluh peresmian gerai kewirausahaan terpadu yang bersifat tematik hingga akhir 2019.

“Sebentar lagi kita akan resmikan Gerai Nelayan di Muara Angke. Intinya, gerai-gerai ini akan kami tambahkan produk binaan UKM setempat dan produk-produk KJP,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Darjamuni peresmian gerai tersebut juga diiringi dengan pembagian KJP agar warga dapat berbelanja di Jak Mart, yang akan beroperasi setiap hari untuk memudahkan warga sekitar sentra mendapatkan produk-produk KJP seperti daging ayam, daging sapi, telur, ikan dan susu.

“Biasanya warga menunggu sebulan sekali produk KJP dijual di RPTRA atau pasar. Dengan adanya ini, masyarakat sekitar sini yang sudah punya KJP tidak perlu jauh-jauh dan mudah mendapatkan bahan pangan murah berkualitas,” ungkap Darjamuni. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close