BIROKRASI

DPMPTSP DKI Jakarta Dorong Jakarta Jadi Tujuan Investasi di Asia

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi mendampingi Wagub DKI sekaligus VIP Speaker di ICD Global Investment Forum, Dubai UEA. (Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi menyatakan pihaknya tengah mengupayakan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota tujuan utama investasi di Asia. sebagaimana kita ketahui, sampai dengan Bulan September 2017, realisasi investasi di Jakarta tembus Rp.74,8 Triliun meningkat 76% dari periode yang sama tahun lalu. Dan pencapaian  tertinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir.  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan untuk mengejar angka realisasi investasi sebesar Rp. 100 Triliun pada tahun 2018.

Oleh sebab itu Edy menegaskan pihaknya selalu menghadirkan inovasi layanan perizinan dan non perizinan. Serta memangkas prosedur menjadi lebih sederhana.

“Jakarta harus menjadi kota tujuan investasi utama di Asia. Untuk itu, kami senantiasa melakukan inovasi untuk kemudahan izin investasi dan berbisnis di Jakarta. Nantinya akan banyak membuka lapangan pekerjaan baru ,” ujar Edy dalam keterangannya (18/11).

Upaya tersebut diakui Edy telah membuahkan hasil yang signifikan. Terbukti, peringkat kemudahan investasi di Indonesia meningkat dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

“Peringkat Ease of Doing Business (EoDB) membaik dalam kurun 2 tahun terakhir. Terjadi kenaikan sebanyak 34 peringkat dari  106 ke 72 pada EoDB.  Selain itu, biaya labour yang terjangkau juga menjadi daya tarik investor asing untuk menanamkan modal di Jakarta,” tutur Edy.

Dengan pencapaian ini sambung Edy,  posisi Indonesia berhasil mengungguli peringkat EoDB sebagian negara berkembang lainnya, di antaranya Afrika Selatan (82), India (100), Filipina (113), dan Brazil (125). Pada tahun ini, posisi Indonesia berhasil melewati Tiongkok yang berada pada peringkat ke-78.

“Namun hal tersebut tidak lantas menjadikan kita berpuas diri. Masih perlu banyak perbaikan dan akselerasi yang harus kita wujudkan agar Indonesia bisa menguasai pasar Asia,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya memaparkan beberapa bentuk inovasi yang sudah dilakukan oleh DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta seperti Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB), Mobil AJIB, Tanya PTSP 1500-164, Antrian Online, Tanda Tangan Elektronik, Jasa Arsitek Gratis untuk bangunan rumah tinggal dengan luasan dibawah 200 m2 , IMB 3.0, layanan Fast Track, dan PTSP Goes To Mall. Selanjutnya, DPMPTSP akan mengembangkan inovasi Jakarta Information and Investment Center dan Qualified Consultant.

“Kita terus lakukan percepatan agar iklim ini terus membaik. Program yang segera akan kita luncurkan adalah Jakarta Information and Investment Center dan Qualified Consultant yang nantinya akan mengawal proses investasi dari hulu ke hilir (end to end process),” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan dengan berbagai peluang investasi yang tersedia akan menjadikan Indonesia sebagai wilayah inovasi yang prospektif di Asia.

“Kita berkomitmen untuk membuka lembaran baru investasi DKI ke depan yang lebih kondusif.  Salah satu langkahnya  dengan membangun infrastruktur berbasiskan publik partnership yang disandingkan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang siap bermitra,  ujar Sandi. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close