BIROKRASI

Kadisparbud: Potensi Kuliner Khas Betawi Harus Terus Digali dan Dilestarikan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Ibu Tinia Budiati didampingi oleh Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo G. Jeffrey, Z. Rantung usai memberikan sambutan di acara festival kuliner nusantara yang dilaksanakan oleh Grand Campaka Business Hotel Jakarta, 5 0ktober 2017 . (Sigit Artpro)

Jakarta Review – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati mendukung pengembangan potensi kuliner khas betawi. Menurutnya hal tersebut harus dilahirkan seiring dengan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelestarian Budaya Betawi yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomer 11 tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi.

“Dengan lahirnya kedua beleid tersbut, potensi kebudayaan betawi harus lebih dikembangkan lagi, dan itu termasuk kekayaan kulinernya,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara Festival Kuliner Nusantara di Grand Cempaka Business Hotel Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Tinia menuturkan sebagai melting pot atau tempat bertemunya beragam orang dari seluruh Indonesia, kekayaan kuliner khas betawi mestinya jauh lebih banyak dari daerah lainnya.

Ia menambahkan dulu ia sempat mencoba sayuran tumis kembang durian atau karuk durian. Orang Jakarta tempo dulu pasti paham dengan sayuran ini, tapi sayangnya kini sayuran ini sulit ditemukan.

“Sayur karuk durian adalah salah satu kuliner khas betawi yang terlupakan. Saya pikir masih banyak lagi potensi kuliner khas betawi yang belum tergali dan dikembangkan. Persoalannya mau atau tidak, kita menggalinya dan melestarikannya,” tuturnya.

Terkait hal tersebut dirinya menyambut baik acara Festival Kuliner Nusantara yang digelar oleh PT Jakarta Tourisindo di Grand Cempaka Business Hotel Jakarta.

“Kegiatan festival kuliner seperti ini sangat penting untuk mengembangkan potensi kuliner lokal termasuk didalamnya kuliner khas betawi,” tandasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close