BIROKRASI

Kejar Target Investasi, Pemprov DKI gelar Jakarta Business Forum di Dubai

Ketua TGUPP, Amin Subekti, bersama dengan Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi, dan Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Irmansyah. Delegasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berpartisipasi terdiri dari PD Pasar Jaya, PD Pembangunan Sarana Jaya, PT Jakarta Propertindo, PT Pulomas Jaya, PT MRT Jakarta, dan PT JIEP. (Dok Humas DPMPTSP DKI)

Jakarta Review, Jakarta – Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, merupakan rumah bagi 10,1 juta orang, bahkan jumlah ini meningkat menjadi 12 juta orang selama hari kerja. Dengan luas wilayah total 662,33 KM persegi, populasinya merupakan kumpulan komunitas dan budaya yang berbaur. Jakarta adalah pusat perdagangan dan ekonomi utama di Indonesia, prospek ekonomi diproyeksikan tetap tangguh, dengan tingkat inflasi 2,3 persen – lebih rendah dari inflasi nasional.

Jakarta juga memiliki profil demografi yang muda dan terdidik, didukung oleh tenaga kerja terampil kejuruan tersedia secara luas. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berusaha untuk menjadikan Jakarta Kota Global.

Perekonomian Jakarta saat ini terutama disumbang dari perdagangan, manufaktur, konstruksi, yang juga memiliki sektor pertumbuhan yang cukup pesat di bidang transportasi, pergudangan, komunikasi informasi, jasa keuangan dan asuransi, dan juga sektor ritel kelas menengah yang semakin meluas.

Dalam upaya mencapai target investasi tahun 2018, sebesar Rp.100 Triliun, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta menginisiasi pelaksanaan Jakarta Business Forum pada tanggal 8 April 2018 di Taj Hotel, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Jakarta Business Forum merupakan forum investasi yang dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, UEA, untuk menawarkan profil proyek investasi di Jakarta kepada calon investor di UEA.

“Melalui Jakarta Business Forum, kami ingin pengusaha UEA langsung dapat bertemu dengan perwakilan usaha dari Jakarta, diharapkan dengan adanya forum ini realisasi investasi dan kerjasama dapat segera terjalin.” Kata Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi dalam keteranga resminya.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi DPMPTSP DKI Jakarta, tentunya siap untuk memberikan kemudahan bagi para investor UEA dalam merealisasikan investasinya di Jakarta.

“Kita akan siapkan “red carpet” bagi para investor UEA, dengan mengawal semua proses perizinan dan non perizinan serta realisasi investasi dari awal hingga akhir, end to end.”, tutur Edy.

Iklim Usaha di Indonesia

Jakarta Business Forum dibuka langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), H.E. Husin Bagis, dan dihadiri lebih dari 100 pengusaha/investor di UEA, diantaranya Emaar Properties, yang merupakan salah satu perusahaan real estate terbesar di dunia dan Damac Properties, yang merupakan perusahaan pengembang properti mewah yang terkemuka di Dubai.

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan one-on-one meeting untuk memfasilitasi pertemuan langsung antara pengusaha UEA dengan delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Tahun lalu Indonesia telah menembus Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$ 1 triliun, oleh karenanya ini saatnya pengusaha UEA, berinvestasi di Indonesia” ujar Duta Besar Indonesia untuk UEA, H.E. Husin Bagis.

Husin menambahkan, peningkatan nilai ekonomi dengan PDB mencapai US$ 1 triliun memberikan proyeksi yang sangat menjanjikan bagi para investor UEA untuk melakukan investasi di Indonesia, terlebih dalam 3 (tiga) tahun terakhir di bawah pemerintahan Presiden Jokowi kemudahan melakukan investasi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dengan dibuktikan peringkat index Ease of Doing Business (EODB) Indonesia tahun 2018 berada pada posisi 72, naik 34 peringkat dari 2 (dua) tahun terakhir.

Sementara itu, CEO Dubai Islamic Bank, Adnan Chilwan memaparkan keunggulan Indonesia menjadi tujuan utama investasi bagi investor UEA, diantaranya Demografis Indonesia dengan populasi besar mayoritas terdiri dari kaum millenial, yang merupakan pemimpin masa depan, dengan rata-rata pendidikan terakhir sarjana dan tingkat literasi yang tinggi.

Dari segi Ekonomi, Indonesia memiliki tingkat PDB yang tinggi, pada tahun 2050 diproyeksikan akan menjadi salah satu dari 4 negara dengan perekonomian terbesar di dunia bersama China, India, dan Amerika Serikat.

I’ve seen this country changed for the past 5 years, reforms the changing. That is the natural intend to attract for investment and change. (saya melihat negara ini mengalami perubahan dalam 5 (lima) tahun terakhir, terjadi reformasi perubahan. Hal ini merupakan daya tarik alami untuk melakukan investasi dan menciptakan perubahan)” tutur Adnan

Adnan menambahkan, melalui perhitungan matematika sederhana, jika melihat Demografis dan Ekonomi yang terus tumbuh secara signifikan maka perekonomian berkelanjutan di Indonesia akan tumbuh 5 persen per tahun. Hal ini berarti banyak peluang bagi investor untuk menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur publik dengan program skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), terlebih kebijakan Pemerintah Indonesia yang selalu menerima perubahan dan beradaptasi dengan masyarakat global.

We can do the financial and business partner in Indonesia. Even if you are not the financial and business partner, I encourage you to look at this country. Its beautiful country. Very warm. (Kita bisa melakukan kerja sama bisnis dan keuangan di Indonesia. Bahkan jika kalian tidak melakukan kerja sama bisnis dan keuangan, saya mengajak kalian untuk melihat negara ini. Ini adalah negara yang indah dan sangat ramah)” tutur Adnan dalam menutup presentasinya pada Jakarta Business Forum dihadapan lebih dari 100 investor UEA tersebut.

Komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Dalam 42 tahun terakhir, Indonesia telah memiliki kerjasama yang baik dalam perdagangan dan investasi dengan UEA. Jakarta adalah tempat terbaik untuk berinvestasi di Indonesia, terdapat banyak investor di kota Batavia tersebut, terbukti sepanjang tahun 2017 lalu, Realisasi Investasi di Jakarta mengalami pencapaian tertinggi di Indonesia, menembus Rp. 108,6 Triliun. Adapun investasi yang menjanjikan yaitu dalam pembangunan infrastruktur publik dengan program skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan model Public Private People Partnership (PPPP) serta bentuk kerja sama konvensional dan investasi langsung asing lainnya.

it’s time for you to invest. So, lets carry on make a deal, it’s smart move to invest in Jakarta. Right here, Right now. (sekarang waktunya untuk berinvestasi. Jadi, mari membuat kesepakatan. ini adalah langkah cerdas untuk berinvestasi di Jakarta, di sini, sekarang juga).” ujar Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi DKI Jakarta, Amin Subekti dalam pidatonya dihadapan seluruh investor UEA peserta Jakarta Business Forum, di Taj Hotel, Dubai (8/4).

Lebih lanjut Amin memaparkan Pemprov DKI Jakarta akan berkomitmen untuk senantiasa menjadi mitra terbaik bagi investor dalam menanamkan modalnya di Jakarta, Pemprov. DKI Jakarta akan menyediakan hubungan langsung antara tim Biro Kerjasama Luar Negeri Setda Provinsi DKI Jakarta dengan tim Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi, serta Jakarta Investment Center (JIC) yang diselenggarakan oleh DPMPTSP DKI Jakarta.

Pemprov. DKI Jakarta akan menyediakan tenaga ahli professional atau professional Investment Qualified Consultant (QC) yang bertugas mempercepat izin usaha dan lisensi, terlebih Jakarta saat ini memiliki Mal Pelayanan Publik, yang merupakan layanan terpadu dengan melibatkan 15 (lima belas) unit layanan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD dan swasta lainnya dalam satu tempat.

Pejabat/Pembuat Kebijakan dari tingkat tertinggi yaitu Gubernur, Wakil Gubernur, dan Para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta Tim TGUPP, berkomitmen untuk mengawasi kepentingan kemitraan dengan investor dan memberikan semua dukungan yang diperlukan.

“Seluruh pembuat kebijakan dari segala tingkatan, dan termasuk saya akan benar-benar mengawasi dan memberikan dukungan kepada para investor untuk menanamkan modalnya di Jakarta” ujar Amin.

Sekedar informasi delegasi dari Pemprov DKI Jakarta yang berpartisipasi berjumlah 20 (dua puluh) orang, dipimpin oleh Ketua TGUPP, Amin Subekti, bersama dengan Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi, dan Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Irmansyah. Delegasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berpartisipasi terdiri dari PD Pasar Jaya, PD Pembangunan Sarana Jaya, PT Jakarta Propertindo, PT Pulomas Jaya, PT MRT Jakarta, dan PT JIEP menawarkan profil proyek antara lain PD Pasar Jaya Distribution Channel (Traditional Market Revitalization), Pulomas Office Park, PuloMas City (Ria-Rio), Jakarta Equestrian Park (Ria-Rio), JakPro Waterfront City, Transit Oriented Development (TOD) Lebak Bulus to Tangerang Selatan, TOD Cipete District, TOD Bundaran HI, TOD Sentra Primer Tanah Abang (SPTA), TOD Lebak Bulus, JIEP Urbantown, dan pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu. Selain itu hadir pula Perwakilan dari Kementerian Perancanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas RI, Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta Rancang Bangun, Sri Bagus Guritno. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close