BIROKRASI

Peringati Hari Lansia Nasional, Anies Minta Lansia Difasilitasi untuk Terus Berkarya

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2018 di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/7). Anies meminta kepada jajarannya untuk memberikan ruang kepada para lansia sekaligus mengajak mereka terlibat dalam berbagai kegiatan. (Foto: Dadang/beritajakarta.id)

Jakarta Review, Jakarta – Gubernur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2018 di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Anies meminta kepada jajarannya untuk memberikan ruang kepada para lansia sekaligus mengajak mereka terlibat dalam berbagai kegiatan.

“Para lanjut usia sekelompok masyarakat yang kita pandang sebagai masyarakat produktif,” kata Anies saat memberikan sambutan.

Menurut Anies, dengan melibatkan lansia dalam berbagai kegiatan, mereka akan mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman. Karena itu, segenap jajarannya diminta memfasilitas para lansia untuk terus berkarya.

“Jangan melihat orang tua ini sebagai orang yang pasif. Mereka ini aktif, tinggal difasilitasi saja,” ujarnya.

Anies menilai, pengalaman yang dialami para lansia bisa menjadi pelajaran hidup bagi generasi muda penerus bangsa.

“Yang kami tidak miliki dari para orang tua itu kebijaksanaan. Berikan kami pelajaran dan pengalaman agar kami bisa bijaksana,” ucap Anies.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah menjelaskan, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah memfasilitasi lansia melalui program Kartu Lansia Jakarta (KLJ).

Lansia penerima KLJ merupakan penduduk DKI Jakarta yang telah terdaftar dan ditetapkan dalam Basis Data Terpadu (BDT) pada desil dengan kondisi status sosial/ekonomi terendah atau desil 1.

Irmansyah mengutarakan, hingga saat ini jumlah lansia penerima KLJ di Ibukota telah mencapai 14.520 orang.

Di mana masing-masing lansia mendapat bantuan berupa uang Rp 600 ribu per bulan. KLJ telah diberikan sejak April 2018 lalu.

“Untuk dapat mendapatkan program KLJ, mereka harus terdaftar dalam BDT,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam acara peringatan HLUN kali ini, pihaknya memberikan bantuan berupa alat bantu fisik dari Kementerian Sosial (Kemenso) seperti kursi roda, alat bantu dengar, dan tongkat.

“Termasuk 1.000 paket sembako dan layanan kesehatan dari Rumah Yatim, serta 300 kacamata dari Yayasan Surya Kebenaran Indonesia,” tandasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close