BIROKRASI

Sandi Pertimbangkan Kontraktor Kecil Ikut Lelang Konsolidasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan kesempatan kepada kontraktor berskala kecil dan menengah untuk ituku lelang konsolidasi.

Wakil Gubernur DKI Jakarata, Sandiaga Uno, mengatakan lelang konsolidasi pada beberapa tahun terakhir ini dianggap telah menutup kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terlibat. Dengan demikian, dia akan berupaya agar UMKM ini dilibatkan dalam setiap tender yang akan dilakukan.

“Jadi kita akan lihat kalau lelang konsolidasi harus berikan kesempatan kepada UMKM. Jangan sampai ini hanya untuk perusahaan-perusahaan besar,” kata Sandi, Kamis (5/4/2018).

Menurutnya, hal ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan bisnis para pelaku UMKM yang saat ini hanya mendapatkan tender dengan status sub-kontraktor. Adapun UMKM yang hanya bisa menjadi sub-kontraktor dinilai hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit dibandingkan dengan pemenang tender utama.

Sementara itu, Sandi menghitung bila lelang konsolidasi ini tidak terlalu membantu dalam penyerapan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD). “Terbukti tahun lalu juga dengan lelang konsolidasi tidak semuanya terserap dengan optimal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merencanakan skema yang dapat mengkomodasi UMKM untuk ikut berpartisipasi dalam lelang. Pemprov DKI yakin bila memberikan porsi yang lebih bagi UMKM maka tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk naik kelas atau memberikan kontribusi bagi perekonomian Ibu Kota.

“Jadi buat saya, yang terpenting itu adalah eksekusinya di lapangan. Mau itu programnya lelang konsolidasi [atau yang lain], harus [terbuka] untuk UMKM,” ujanya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) DKI Jakarta Setu Albertus mengatakan bahwa pelaksanaan lelang konsolidasi telah mengurangi jumlah kontraktor kecil dan menengah Gapensi DKI sebesar 20% dari total sebelumnya 3.000—4000 anggota.

“Sekarang tinggal 2.000-an saja. Malah mungkin karena regulasi ini masih jalan, akan turun lagi,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Sumber: Bisnis.com

Tags

Artikel Terkait

Close