BIROKRASI

Tahun Ini, DKI Prioritaskan Bangun Jakgrosir di Kepulauan Seribu

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hari ini Kamis, 11 Januari 2017 berkunjung ke Jakgrosir Kramat Jati. Berdasarkan hasil kunjungannya Sandiaga menilai Jakgrosir memegang peranan penting dalam menstabilkan harga pangan dan menjaga pasokan pangan tetap aman bagi warga Jakarta, khususnya pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Karena itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun Jakgrosir di enam wilayah DKI Jakarta, namun untuk tahun ini pendirian Jakgrosir akan diprioritaskan di Kepulauan Seribu. Mengingat, warga di Kabupaten Kepulauan Seribu selama ini cukup kesulitan mendapatkan kebutuhan pangan karena dikelilingi oleh laut. (Dok Humas PD Pasar Jaya)

Jakarta Review, Jakarta – Mengingat peranan penting Jakgrosir dalam menstabilkan harga pangan dan menjaga pasokan pangan tetap aman bagi warga Jakarta, khususnya pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun Jakgrosir di enam wilayah DKI Jakarta.

Namun, untuk tahun 2018 ini, Pemprov DKI akan memprioritaskan membangun Jakgrosir di Kepulauan Seribu. Mengingat, warga di Kabupaten Kepulauan Seribu cukup kesulitan mendapatkan kebutuhan pangan karena dikelilingi oleh laut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan untuk membantu pemenuhan pangan warga tidak mampu dan pemegang KJP, maka Pemprov DKI tidak lagi fokus pada pembangunan JakMart lagi. Melainkan akan fokus membangun Jakgrosir di setiap wilayah DKI Jakarta.

“Fokus ke depan, bukan JakMart, karena bersinggungan dengan enterpreneur yang lain. Justru kita menghadirikan disini karena harganya bersaing. Tadi baru diputuskan, kehadiran Jakgrosir sangat dibutuhkan di Jakarta,” kata Sandiaga saat mengunjungi Jakgrosir di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/1).

Idealnya, lanjut Sandiaga, setiap wilayah di DKI Jakarta memiliki satu Jakgrosir. Saat ini, Jakgrosir di Jakarta baru ada satu, yaitu di Jakarta Timur. Ke depan, Pemprov DKI akan membangun Jakgrosir di enam wilayahnya. Tetapi untuk tahun ini, Pemprov DKI akan memprioritaskan pembangunan Jakgrosir di Kepulauan Seribu.

“Idealnya ada di lima wilayah dan satu di Kepulauan Seribu. Itu yang ideal. Tapi karena sekarang kita ingin fokus di masyarakat Kepulauan Seribu yang belum tersentuh dengan serius, maka kita prioritaskan di Kepulauan Seribu. Tadi baru diputuskan kita akan bangun Jakgrosir di Kepulauan Seribu. Tidak bisa ditunda-tunda di 2018,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin memaparkan konsep kemitraan distribusi stok pangan secara grosir berbasis aplikasi bernama Oyes. Aplikasi pembayaran sekaligus pengantaran secara digital online ini akan bekerja sama dengan gerakan OK OCE dan membuka gerai sederhana dengan brand “Pap n Mam Store”.

Mendengar paparan tersebut, Sandiaga mengapresiasi inovasi yang dilakukan PD Pasar Jaya tersebut.

“Kemitraan tadi menarik sekali. Ada sebuah inovasi yaitu OK OCE OYes dengan PD Pasar Jaya. Mam n Pap Store yang nanti menjadi sarana distribusi outlet baru buat kita. Tidak bersaing dengan masyarakat karena kita ingin malah justru membangun kewirausahaan di kalangan akar rumput,” paparnya.

Melalui aplikasi yang dapat diunduh di sistem android ini, para pedagang maupun distributor dapat membuat akun, mengisi rekening uang secara digital dan memesan barang dengan harga yang lebih terjangkau. Wagub berharap inovasi dari PD Pasar Jaya ini mampu menjawab keterjangkauan distribusi bahan pokok di seluruh wilayah Jakarta.

“Nah teman-teman nanti bisa bergabung dan ada sarana digital, ada fasilitas digitalnya sehingga harganya bisa lebih terjangkau juga inventorynya bisa dicukupkan oleh PD Pasar Jaya,” terangnya.

Sumber: BeritaSatu.com

 

 

Tags

Artikel Terkait

Close