BIROKRASI

Taman Ismail Marzuki Bakal ‘Dicoret-coret’ Seniman Mural Asal Kolombia

Karya seni mural di Taman Ismail Marzuki. (beritajakarta.id)

Jakarta Review, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan seniman mural asal Kolombia untuk mewarnai Taman Ismail Marzuki.

Proyek Taman Ismail Marzuki tersebut merupakan komitmen kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kolombia di bidang seni.

Komitmen ini ditandai dengan peresmian karya seni mural oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan perwakilan Kedutaan Besar Kolombia untuk Indonesia Mrs Nelsy Munar. Seniman asal Bogota, Kolombia, Le Dania dipercayai untuk memperindah Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan karya muralnya.

Dalam kerja sama tersebut dihadiri oleh Direktur Fasilitas Diplomatik Kementerian Luar Negeri Jhon Tjahjanto Boestami, Plt Deputi Gubernur DKI Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Agus Suradika, dan Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta Artai Reswan W Soewardjo.

Turut hadir juga Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Plt Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Kepala UP PKJ Taman Ismail Marzuki Imam Hadi Purnomo, Kepala Bagian KLN, Biro KDH, serta KLN Setda Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa acara ini tidak hanya sekadar peresmian karya seni mural. Namun menjadi momentum terhadap kebebasan berekspresi dalam seni dan budaya.

“Saya berkali-kali garis bawahi, Jakarta harus dipandang sebagai sebuah kanvas, di mana kita mengundang para seniman untuk hadir dan munculkan karya seni di kota ini. Dari mulai yang sifafnya performing art sampai yang sifatnya street art dalam bentuk mural. Dan ini harus didorong, pastikan bahwa di kota ini, seni bukan disimpan di ruang tertutup. Seni diberikan ruang untuk berekspresi di tempat terbuka dan dinikmati seluruh warga Jakarta,” kata Anies, Senin (10/9/2018).

Seperti diketahui, Pemprov DKI telah menghadirkan ekspresi seni dan budaya di ruang terbuka. Adapun karya tersebut antara lain di koridor Jalan Sudirman–MH Thamrin terpasang ekspresi seni berupa instalasi bambu bertajuk Getah-Getih. Sementara itu, ketika Asian Games berlangsung kampung-kampung di Jakarta penuh lukisan murah yang digambar oleh warga setempat.

Anies terus berupaya untuk memberikan tempat bagi para seniman berekspresi di ruang terbuka. Dia berkomitmen untuk mengubah wajah Jakarta menjadi ramah terhadap seni dan budaya.

“Saya berharap peresmian ini menjadi inspirasi seluruh masyarakat agar di wilayahnya masing masing bisa menjadikan Jakarta sebagai tempat ekspresi budaya dan seni yang bagus,” ungkapnya.

Sumber: Bisnis.com

Tags

Artikel Terkait

Close