MEGAPOLITAN

BNI Perluas Penyaluran KUR Replanting Kelapa Sawit ke Riau

Penyaluran KUR dilakukan secara simbolis kepada 50 petani kelapa sawit yang dilaksanakan di tengah kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Riau. Presiden meninjau Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dipusatkan di kawasan perkebunan Kelapa Sawit Desa Pelita, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9 Mei 2018). (Dok BNI)

Jakarta Review, Rokan Hilir – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas dukungan pembiayaan program peremajaan (Replanting) kebun kelapa sawit. Kali ini, pembiayaan Replanting kebun kelapa sawit tersebut diperluas ke Provinsi Riau, yang diawali dari Kabupaten Rokan Hilir, dengan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Seremoni penyaluran KUR dilakukan secara simbolis kepada 50 petani kelapa sawit yang dilaksanakan di tengah kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Riau. Presiden meninjau Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dipusatkan di kawasan perkebunan Kelapa Sawit Desa Pelita, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9 Mei 2018).

Hadir menyaksikan penyaluran KUR tersebut Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution, Menteri Agraria & Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Sofyan Djalil, serta Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto. BNI menjadi satu-satunya bank yang siap membiayai para petani kelapa sawit dengan skema KUR dan kombinasi dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.

Sebelumnya, pembiayaan khusus untuk peremajaan kebun kelapa sawit ini mulai disalurkan pertama kali kepada para petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada 13 Oktober 2017. Selain itu, BNI juga aktif menyalurkan pembiayaan Replanting Perkebunan Sawit di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Langkah ini juga merupakan bagian dari dukungan BNI terhadap program-program BPDPKS dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi serta mensejahterakan petani. Pada tahap awal pembiayaannya, BNI memberikan pembiayaan kepada 473 petani dengan total penyaluran kredit sebesar Rp 61,81 miliar.

Catur Budi Harto menuturkan, saat ini BNI berkomitmen mendukung penyaluran kredit kepada petani sawit Rokan Hulu yang tergabung dalam wadah Koperasi Unit Desa (KUD) Intan Makmur. Pembiayaan ini akan disalurkan kepada petani anggota KUD Intan Makmur dengan jumlah petani sebanyak 50 orang. Kredit BNI tersebut akan digunakan untuk peremajaan kebun sawit seluas 100 hektar.

“Pada tahap ini, pembiayaannya akan kami berikan kepada 50 petani dengan total penyaluran kredit sebesar Rp 7,68 miliar. Dengan adanya program Launching Peremajaan Kebun Kelapa Sawit ini, dan dengan adanya dukungan BPDP, kami optimis, program serupa dapat diteruskan di daerah lain untuk mendukung program pemerintah dalam  ketahanan pangan dan energi,” ujar Catur Budi Harto.

KUR BNI

Sementara itu, Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo menyebutkan, selain mendukung kredit peremajaan kebun sawit, BNI juga mendukung sektor ekonomi lainnya pada segmen usaha kecil.  Sejak tahun 2007 sampai dengan 30 April 2018,  BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 45,24 triliun kepada 376.753 pengusaha kecil yang tersebar di seluruh indonesia. Dimana, 40% KUR yang disalurkan pada tahun 2017 diberikan pada sektor produksi, seperti pertanian, perikanan, industri, dan jasa- jasa.  Khusus untuk tahun 2018, penyaluran KUR BNI hingga akhir April 2018 telah mencapai Rp 6,4 triliun atau 48% dari target Rp 13,5 triliun. Degan realisasi dan potensi penyaluran ke sektor perkebunan kelapa sawit, maka penyaluran KUR BNI ke sektor produksi sebesar 50% optimis dapat tercapai.

Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit merupakan salah satu fokus pembiayaan industri di BNI. Kepercayaan pemerintah kepada BNI ditunjukkan dengan terpilihnya BNI sebagai salah satu bank pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Sebelumnya, Program Pengembangan Kelapa Sawit yang berkelanjutan merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 18 Mei 2015.  Dana Perkebunan Kelapa Sawit tersebut antara lain dapat digunakan juga untuk peremajaan perkebunan sawit rakyat, penelitian dan pengembangan kelapa sawit, promosi kelapa sawit, sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit, serta pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit. Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada umumnya berasal Pungutan Ekspor Produk Kelapa Sawit dengan tarif yang ditetapkan dalam denominasi Dollar AS namun disetorkan dalam bentuk Rupiah kepada bank pengelola.

Dana ini akan digunakan untuk menjamin pengembangan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan, dan mendorong masyarakat untuk lebih banyak memanfaatkan bahan bakar nabati jenis biodiesel. Dana Perkebunan Sawit juga dapat membantu memberikan insentif agar terjadi proses peremajaan (Replanting) dari perkebunan rakyat; Mendorong pengembangan sumber daya manusia dalam perkebunan kelapa sawit; Mendorong penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit; Mendorong promosi perkebunan kelapa sawit; dan Membangun sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit.

Ke Tarakan, Menteri Rini Laksanakan Padat Karya Tunai dan Salurkan CSR Empat BUMN

Dalam kunjungan kerjanya ke Tarakan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tak hanya melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Rumah Sakit Pertamina Tarakan.

Dalam kesempatan ini juga Rini turut melaksanakan program Padat Karya Tunai dan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility empat BUMN yang terdiri dari Bank BNI, Pertamina, Telkom dan Adhi Karya, dengan total nilai bantuan sebesar Rp930 juta.

Bantuan yang disalurkan berupa penyediaan taman bacaan Pertamina dan meubeler di SD 030 Tarakan, Pembangunan jamban sehat di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Pengembangan taman konservasi Mangrove Bekantan, bantuan Ambulans untuk Kota Tarakan, Kantin dan Taman Baca di SDN 03 Tarakan, Padat Karya Tunai dan Jamban Sehat di Kelurahan Pamusian, Pembangunan lahan parkir Masjid Al Azhar Tenguyun, serta pembangunan Pustaka Digital.

“Bantuan ini merupakan bagian dari peran BUMN dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Pendidikan dan kesehatan yang dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan terdekat,” kata Rini disela kunjungannya di Tarakan, Rabu (09/05/2018).

Tidak hanya itu, BNI juga turut menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) di Kelurahan Pamusian senilai Rp500 juta untuk usaha ritel dan Rp50 juta untuk dua usaha mikro. Di Kelurahan ini pula Menteri Rini bersama rombongan melaksanakan program padat karya tunai dan penyerahan bantuan Jamban Sehat.

“Padat karya tunai merupakan program yang diinisiasi oleh Ibu Menteri Rini, lalu disambut baik oleh BUMN-BUMN. Padat karya di Tarakan kali ini dilakukan oleh BNI. InsyaAllah nantinya akan dilanjutkan oleh BUMN-BUMN lain,” imbuh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo. (win)

 

Tags

Artikel Terkait

Close