Sekitar Jakarta

Acara Seni dan Budaya Meriahkan Acara Harlah Kampung Kemayoran ke 203

Sekretaris Kecamatan Kemayoran H Samsudin, Lurah Gunung Sahari Selatan Riyanto, Lurah Harapan Mulya Arbi Novianto, perwakilan Bamus Betawi serta tokoh dan sesepuh Masyarakat Kemayoran lainnya berfoto bersama diatas panggung usai pemotongan tumpeng sebagai penanda dibukanya Acara Hari Jadi Kampung Kemayoran ke 203, Sabtu 23 Febuari 2019. (win)

Jakarta Review, Jakarta- Dalam rangka menumbuhkan kebanggaan untuk warga Kemayoran, Anak Kemayoran yang tergabung dalam Komunitas Musik Kemayoran (KMK), dan beberapa orang pencetus Hari Lahir (Harlah) Kemayoran menggelar acara Hari Jadi Kampung Kemayoran ke 203 yang dilaksanakan pada 23-24 Februari 2019 di Jalan Angkasa, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat.

Hadir dalam acara ini Walikota Jakarta Pusat yang diwakili oleh Sudin Pariwisata dan Kebudayaan dan Muspika Kecamatan Kemayoran lainnya seperti Sekretaris Kecamatan Kemayoran H Samsudin, Lurah Gunung Sahari Selatan Riyanto, Lurah Harapan Mulya Arbi Novianto, perwakilan Bamus Betawi serta tokoh dan sesepuh Masyarakat Kemayoran lainnya.

Adapun acara yang belangsung selama dua hari ini menampilkan sejumlah acara, antara lain parade band, seni dan budaya betawi, talkshow sejarah kampong kemayoran, pameran photo kemayoran, dan bazar multi produk (kuliner betawi, kuliner nusantara dan produk UMKM).

“Artis penyanyi dangdut Irma Dharmawangsa, perwakilan Abang None Jakarta Pusat dan Biang Kerok Band dan sejumlah musisi dan seniman asal Kemayoran lainnya akan tampil memeriahkan acara Harlah Kampung Kemayoran ke 203 ini,” ujar Humas Panitia Acara Harlah Kemayoran Davi Kemayoran.

Davi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk sebagai upaya agar generasi muda Kemayoran mengetahui sejarah dan budaya kampung halamannya yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap tanah kelahirannya.

“Penetapan hari jadi suatu daerah sangat penting dalam rangka memperjelas sejarah lahir dan berkembangnya suatu daerah serta mengukuhkan identitas suatu daerah,” ujar Davi.

Sekedar informasi, Davi menjelaskan, Penetapan Hari Jadi Kampung Kemayoran yang jatuh pada tanggal 24 Febuari, didasari dari momen daerah Kemayoran yang mulai dikenal sejak dimuat dalam Harian Java Government Gazette pada 24 Febuari 1816.

Penetapan Hari Jadi Kampung Kemayoran ini dilakukan pada tahun 2016 lalu bertepatan dengan 2 abad Kampung Kemayoran yang berlokasi di Patung Ondel-ondel Kemayoran di Jalan Benyamin Sueb. Saat itu acara dihadiri oleh Walikota Jakarta Puast, Muspika Kemayoran, dan para tokoh dan sesepuh Masyarakat Kemayoran.

“Nah sejak saat itulah, semua Anak Kemayoran berharap acara ini menjadi agenda rutin tiap tahun dan didukung penuh oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya,” tandas Davi. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close