MEGAPOLITAN

Dinas KPKP Uji Produk Hidroponik Kelompok Binaan Bazis Jakut dan Terawulan

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian melakukan pengawasan terhadap produk sayuran hidroponik kelompok binaan Bazis Jakarta Utara dan lembaga OK OCE Yayasan Terawulan Indonesia di Kelurahan Semper Timur Jakarta Utara. Dalam uji produk tersebut, petugas mengambil sampel untuk kemudian diuji di laboratorium sertifikasi dan promosi hasil pertanian Provinsi DKI di Cibubur,. (Dok Terawulan Indonesia)

Jakarta Review, Jakarta – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, melakukan pengawasan terhadap produk sayuran hidroponik kelompok binaan Bazis Jakarta Utara dan lembaga OK OCE Yayasan Terawulan Indonesia di Kelurahan Semper Timur, Kamal Muara dan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara.

Pengujian bertujuan memastikan sayuran hidroponik komunitas binaan tersebut bebas dari residu bahan berbahaya seperti logam berat, pestisida dan timbal.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, pengawasan produk pangan merupakan rangkaian dari upaya pembinaan menjaga panganan di Jakarta bebas dari zat berbahaya.

“Produknya kita ambil sampel untuk diuji di laboratorium sertifikasi dan promosi hasil pertanian Provinsi DKI di Cibubur,” katanya, Kamis (19/4).

Dijelaskan Darjamuni, pengujian itu penting dilakukan agar mengetahui keamanan pangan dari residu zat yang berbahaya bagi tubuh. Dengan begitu, hasilnya bisa diketahui apakah produk hidroponik tersebut layak dan aman untuk dikonsumsi.

Dia menjabarkan, di Kelurahan Kamal Muara pihaknya mengambil sampel tanaman jenis pakcoy, sawi putih dan kailan. Kemudian dari kelompok hidroponik binaan di Kelurahan Semper Timur dan Pegangsaan Dua diambil sampel tanaman jenis pakcoy dan kangkung.

“Sampel yang diambil 250 gram untuk setiap jenis sayuran. Hasilnya kakan diketahui sekitar satu pekan ke depan,” tandasnya.

Hari menambahkan khusus untuk program pelatihan pembuatan sosis, yoghurt dan hidroponik, pihaknya menggandeng Yayasan Terawulan Indonesia yang merupakan salah satu anggota Perkumpulan Gerakan OK OCE.

Bukan Sekedar Pelatihan

Ketua Terawulan Indonesia, Diyan Setyawati mengatakan kegiatan uji petik yang dilakukan oleh Dinas KPKP DKI Jakarta adalah sebuah proses yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan sebuah produk pangan.

“Kegiatan uji petik ini memang sudah kami agendakan bersama Bazis Jakarta Utara,” ujar Diyan.

Selain melakukan uji petik dengan Dinas KPKP DKI Jakarta, bersama Bazis Jakarta Utara saat ini Terawulan juga sedang berusaha keras membuka jalur pemasaran untuk berbagai produk binaan tersebut. Caranya dengan lebih dulu melengkapi berbagai kelengkapan administrasi antara lain pendaftaran paten dan merek, sertifikasi halal dan BPOM.

Lebih dari itu, Terawulan juga sudah melakukan penjajakan pemasaran dengan Jakmart jaringan distribusi ritel milik PD Pasar Jaya dan sejumlah gerai modern lainnya.

“Singkatnya semuanya sedang kami urus sekarang. Mohon doanya saja agar semuanya berjalan lancar dan cepat,” cetusnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close