MEGAPOLITAN

DKI Canangkan Panganan Aman di 69 Pasar Rakyat

Sekda Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, Jumat (6/4), di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara mencanangkan pangan aman pada 69 pasar rakyat di seluruh Ibukota. Dalam acara tersebut, Saefullah bersama Kadis KPKP DKI Jakarta, Darjamuni, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin dan beberapa kepala pasar    membentangkan spanduk pangan aman yang akan dibentangkan di 69 pasar yang sudah dinyatakan aman oleh Dinas KPKP DKI Jakarta. (Dok Humas PD Pasar Jaya) 

Jakarta Review, Jakarta – Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, Jumat (6/4), di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara mencanangkan pangan aman pada 69 pasar rakyat di seluruh Ibukota.

Menurut Saefullah, produk pangan yang dijual di 69 pasar rakyat tersebut sudah dinyatakan bebas dari kandungan zat bahan berbahaya seperti boraks, formalin dan rhodamin.

Terkait pencapaian tersebut, dirinya mengapresiasi kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dam Pertanian (KPKP), PD Pasar Jaya dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta yang terus melakukan pemantauan panganan di 69 pasar rakyat tersebut. Diharapkannya, seluruh pasar rakyat yang berjumlah 113 bisa segera menyusul aman dari panganan berbahaya.

“Saya apresiasi kerjasamanya membantu masyarakat agar mengkonsumsi makanan yang sehat. Kalau sehat,  banyak manfaat yang bisa diraih,” ujarnya.

Jaminan keamanan panganan di pasar rakyat lanjut Saefullah amat penting untuk menjamin kesehatan masyarakat. Sebab, pasar rakyat masih menjadi lokasi primadona berbelanja bagi sebagian besar warga Jakarta.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni mengungkapkan, pihaknya sejak dua tahun lalu sudah melakukan pemantauan terhadap sejumlah bahan pangan seperti ikan, sayur mayur dan makanan olahan. Pemantauan dilaksanakan di 154 lokasi yang terdiri pasar tradisional, pasar modern, pasar sentra perikanan, pertanian dan lokasi binaan. Adapun 113 di antaranya merupakan pasar rakyat. Dan dari jumlah itu 69 pasar sudah aman.

“Dari 113 pasar rakyat yang ada, 69 di antaranya sudah dinyatakan aman pada akhir tahun 2017. Target kami sisanya sudah harus selesai semua pada akhir tahun 2018,” ujarnya.

Selama ini lanjutnya, pihaknya rutin melakukan pengawasan dengan mengirim tim pemeriksaan ke sejumlah lokasi setiap harinya. Petugas tersebut melakukan uji labotarium terhadap sampel panganan di masing-masing pasar.

“Kita punya enam mobil lab yang disebar ke sejumlah lokasi. Target kita akhir 2018 ini seluruh pasar rakyat sudah bebas panganan berbahaya,” tandasnya.

Sebagai informasi, lokasi pasar aman panganan itu di antaranya, Pasar Koja Baru, Pasar Lontar, Pasar Serdang, Pasar Glodok, Pasar Santa dan Pasar Cibubur.

Mendukung Program Pangan Aman

Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin dan Walikota Jakarta Utara Husein Murad mendampingi Sekda DKI Jakarta Saefullah berkeliling ke sejumlah kios pedagang yang ada di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara. (Dok Humas PD Pasar Jaya)

Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengapresiasi penghargaan pangan aman untuk 69 pasar rakyat yang diberikan oleh Dinas KPKP DKI Jakarta bekerjasama dengan BPOM DKI Jakarta. Hal ini sejalan dengan upaya PD Pasar Jaya untuk menghadirkan jaminan keamanan panganan di pasar rakyat.

“Kalau pasarnya sudah bersih dan rapi lalu panganan yang diperjual belikan juga aman secara kesehatan, sudah tentu akan memberikan nilai positif kepada masayarakat untuk selalu datang berbelanja ke pasar rakyat. Ini sejalan dengan upaya kami untuk kembali menjadikan pasar rakyat menjadi lokasi primadona berbelanja bagi sebagian besar warga Jakarta,”tandasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close