MEGAPOLITAN

Forum Pariwisata Jakarta Diskusikan Sinergi Pengembangan Pariwisata

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI Jakarta Trisno Nugroho saat memberikan sambutan dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia. (Dok: Istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Forum Pariwisata Jakarta (Jakarta Tourism Forum /JTF) menyelenggarakan kelompok diskusi terfokus (FGD) bertajuk Sinergi Pengembangan Pariwisata DKI Jakarta.

Acara yang diikuti para pemerhati dan pemangku kepentingan sektor pariwisata tersebut berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Selasa.

Dalam keterangan tertulisnya, JTF menyatakan bahwa diskusi bertajuk sinergi pengembangan pariwisata DKI Jakarta tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yakni Kepala Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta, Trisno Nugroho.

Trisno memaparkan Hasil Penelitian Big Data TriAdvesor untuk Destinasi Pulau Seribu & Kota Tua. Kemudian Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah DKI Jakarta,  Eddy Kuntadi yang menyampaikan paparan mengenai Potensi Pariwisata DKI Jakarta dan Kesiapan Para Pelaku Usaha Mewujudkan Jakarta sebagai Pusat Wisata Berkelas Dunia.

“Pengembangan pariwisata dan wisata halal harus dilakukan mengingat sektor itu sebagai sumber pertumbuhan baru perekonomian DKI Jakarta,” kata Trisno.

Menurutnya, seluruh komponen utama PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) DKI Jakarta, yaitu konsumsi, investasi dan ekspor mengalami penurunan. Penurunan juga tercermin dari pangsa tiga lapangan usaha utama yang terus menurun.

“Jika ini terus berlangsung pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta berpotensi terus melambat dan dapat meningkatkan kemiskinan.  Jakarta perlu membangun sumber pertumbuhan baru,” kata Trisno.

Pariwisata merupakan sumber baru perekonomian DKI Jakarta sudah sesuai dengan tren kontribusi pariwisata yang semakin besar dalam perolehan devisa nasional. Tahun 2017, nilainya mencapai 14,2 miliar dolar AS dari sektor pariwisata, yakni jasa perjalanan dan transportasi penumpang.

Sementara wisata halal merupakan tren muslim global yang terus tumbuh dengan pesat.

“Indonesia, mengutip ‘Halal Global Destination’ menjadi negara tujuan wisata halal global keempat di dunia dan diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya karena memiliki potensi besar pada sektor travel halal, pangan halal dan fesyen halal, ” kata Trisno.

Menurut dia,  potensinya tidak hanya jumlah wisatawan yang terus meningkat, tetapi juga dari sisi belanja.

Diskusi dipandu langsung oleh Koordinator Jakarta Tourism Forum, Salman Dianda Anwar.

Salman mengatakan JTF merupakan wadah tempat berkumpulnya para pemerhati dan pemangku kepentingan yang ingin mendorong dan mengawal serta ikut terlibat dalam berbagai kegiatan dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai salah satu destinasi wisata berkelas dunia dan menjadikan Jakarta sebagai pusat halal dunia.

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Close