MEGAPOLITAN

Gandeng Pelaku Industri Pariwisata, JTF Akslerasi Pengembangan Kawasan Kota Tua

Anggota Jakarta Tourism Forum (JTF) berfoto bersama usai menggelar FGD ke-10 yang mengangkat tema  “Sinergi Pengembangan Kawasan Kota Tua” yang dilaksanakan pada 13 Februari 2019 di Museum Bank Mandiri, Jakarta. (Dok: JTF)

Jakarta Review, Jakarta – Jakarta Tourism Forum (JTF) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang ke-10 dengan tema “Sinergi Pengembangan Kawasan Kota Tua” yang dilaksanakan pada 13 Februari 2019 di Museum Bank Mandiri, Jakarta.

Kordinator JTF Salam Dianda Anwar mengatakan Kegiatan FGD ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan oleh JTF dalam rangka membahas, menerima masukan dan keluhan serta solusi dari para pelaku industri pariwisata di Jakarta.

Ia menambahkan selama ini Kawasan Kota Tua dikenal sebagai salah satu tujuan wisata yang memiliki potensi besar yang dapat menarik wisatawan baik lokal maupun manca negara. Terutama bagi wisatawan yang ingin melihat wajah dan saksi sejarah Jakarta di masa lalu. Karena itu disiapkan juga berbagai paket wisata yang menarik.

“Kami akan bersama-sama fokus mengembangkan persoalan aksesibilitas, attractivennes dan amenities dan menyiapkan berbagai event yang berkelas dengan dukungan Pemprov DKI dan juga melibatkan masyarakat sekitar, oleh karena itu fasilitas pendukung seperti taman, kebersihan, keamanan, restoran serta souvenir yang kondisinya baik dan memadai,” ujar Salman.

Salman menambahkan, dalam FGD kali ini juga disampaikan bahwa pengembangan dan penataan Kawasan Kota Tua harus dituangkan dalam sebuah rencana utama atau grand desain yang memerlukan sinergi dan dukungan semua pihak seperti Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta pelaku usaha industri pariwisata di sekitar Kawasan Kota Tua.

Selain itu peran Dinas terkait juga diharapkan dapat melakukan pendataan dan pembinaan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Kota Tua secara berkelanjutan sehingga tidak mengganggu kebersihan dan ketertiban di Kawasan Kota Tua.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Trisno Nugroho mengatakan, pihaknya mendukung sinergi untuk kemajuan pariwisata di Kawasan Kota Tua yang menarik dan memorable untuk meningkatkan industry pariwisata di DKI Jakarta sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang saat ini menempati peringkat ke-2 secara nasional (6,17 persen) dibawah DI Yogkarta (6,20 persen) pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga DKI Jakarta.

Menurutnya JTF adalah wadah yang tepat untuk konsolidasi stakehoders pariwisata di DKI Jakarta.

“Jangan lupa ada banyak stakeholders pariwisata di DKI, antara lain akademisi, bisnis dan government. Semuanya perlu kebersamaan untuk bersinergi demi pengembangan pariwisata di Jakarta,” cetusnya.

Dukung Pelaksanaan Jet Racer

Dalam rangka pengembangan kawasan kota tua ini, JTF akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengadakan event internasional yang disinergikan dengan destinasi yang ada di kawasan kota tua. Misalnya saja dalam waktu dekat ini, Jakarta akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Jet Racer.

Lomba Jetski Internasional yang akan digelar akhir Maret 2019 ini Ancol serta Abang None, Java Jazz, Jakcarval, Festival Silat Dunia, Jakarta Melayu Internasional Festival dan seterusnya.

Salman menuturkan pada pertemuan berikutnya, JTF akan membahas tema Pulau Seribu sebagai Bali Baru Indonesia dengan segenap stake holder terkait.

“Kemungkinan baru akan kami gelar minggu depan, karena kami harus berkordinasi dengan Bupati Kepulauan Seribu serta pelaku pariwisata dan dinas terkait,” tandasnya,”. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close