MEGAPOLITAN

Hasil Survey, Jogjakarta Dipilih Untuk Gantikan Ibu Kota

foto : id.wikipedia.org
foto : id.wikipedia.org

Jakarta Review – Berdasarkan survei yang dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Jogjakarta dianggap sebagai kota yang paling tepat untuk menggantikan ibukota Jakarta. Survei tersebut dilakukan terhadap 250 responden yang merupakan para pekerja profesional di kawasan segitiga emas Jakarta, yakni Sudirman, Thamrin, dan Kuningan. Pelaksanaannya pada 26 Mei – 3 Juni 2015 melalui wawancara tatap muka (face to face interview) menggunakan purposive sampling.

Pengamat politik Hendri Satrio dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (7/6) mengatakan, sekitar 28,4 persen responden memilih Jogjakarta untuk menggantikan Jakarta, kota lain yang dianggap tepat menggantikan ibu kota Jakarta adalah Palangka Raya (21,6 persen), Bogor (20,8 persen), dan Bukittinggi (15 persen).

“Selain Jogjakarta, yang memilih daerah lainnya sekitar 10,8 persen, seperti Banjarmasin dan Balikpapan. Dan tidak menjawab sekitar 2,8 persen,” jelasnya lagi.

Hendri menyarankan, bila pemindahan ibukota yang sudah diwacanakan cukup lama ingin terealisasi, maka pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya melanjutkan kajian. “Lakukan studi khusus dengan ahlinya,” tuturnya.

Pemerintah juga harus melihat kota yang akan ditunjuk sebagai ibukota negara memang sudah siap. “Sebab, tidak mudah mengurus ibukota. Dan harus ada solusi dalam pemindahan ibukota,” tegas Hendri.

Survey itu menjadi gambaran bahwa ibukota negara memang perlu dipindah. Selain itu, banyak studi kasus yang menunjukkan bahwa tidak masalah memindahkan ibukota. “Saya memilih pindah. Saya harap di luar Pulau Jawa, yakni Palangkaraya,” tandasnya.  (Tika)

Tags

Artikel Terkait

Close