HUKUM

MIAP Dukung BPOM Tekan Peredaran Obat Palsu yang Marak di Online

Sekjen MIAP, Justrisiari Perdana Kusumah saat memberikan keterangan pers kepada beberapa awak media di Semanggi, Senin (30/4/2018). (Isitimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Tren belanja online semakin meningkat setiap tahunnya, bahkan menjadi gaya hidup untuk sebagian masyarakat. Namun ada kecemasan tersendiri mengenai keaslian produk yang dibeli.

Melihat ini fenomena ini, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) merasa perlu adanya perhatian khusus dari berbagai pihak untuk menangani peredaran produk palsu di online. Pasalnya beragam produk berbentuk obat-obatan yang tidak memenuhi standar kualitas, palsu maupun illegal marak beredar di online dan banyak masyarakat yang membeli.

Sekjen MIAP, Justrisiari Perdana Kusumah mengatakan banyaknya produk palsu yang tersebar di online sangat membahayakan keselamatan konsumen yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu, Miap mendukung Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) agar melakukan tindakan serius untuk menekan peredaran produk palsu yang marak di online.

“Kami secara aktif bekerjasama dengan BPOM dan otoritas penegak hukum di berbagai negara, termasuk Indonesia dalam upaya untuk melakukan kegiatan publik dan penegakan hukum, sekaligus melindungi konsumen dari beredarnya obat-obatan palsu,” kata Justisiari di Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

Ia berharap pemerintah, produsen, operator portal dan pemangku kepentingan terkait di bidang e-commerce Indonesia bisa berperan lebih besar untuk dapat merumuskan langkah kerjasama yang konkrit dan inovatif agar konsumen bisa mendapat produk dengan kualitas baik dan benar-benar terlindungi.

“Mari kita bersinergi dalam memerangi peredaran produk palsu dan illegal, sekaligus meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat agar paham akan bahaya dari mengkonsumsi produk palsu,” tandas Justisiari.

Sumber: wartakota.tribunnews.com

Tags
Close