HUKUM

Operasi Lilin Jaya, Polisi Tilang 1.239 Pelanggar

Ilustrasi: Petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya sedang menilang kendaraan bermotor dalam sebuah operasi penegakan hukum berlalulintas bertajuk Operasi Lilin Jaya 2017. (istimewa)

Jakarta Review, Jakarta – Polisi menilang 1.239 pelanggar selama Operasi Lilin Jaya yang digelar tanggal 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2017, di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Terjadi peningkatan jumlah tilang sebesar 5 persen pada Operasi Lilin Jaya tahun 2017 dibanding tahun 2016.

“Jumlah tilang pada Operasi Lilin Jaya tahun 2016 berjumlah 1.183, sedangkan tahun 2017 sebanyak 1.239, naik 5 persen,” ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Kamis (4/1).

Dikatakan, selain melakukan penilangan, polisi juga memberikan teguran kepada pelanggar lalu lintas. “Jumlah teguran pada 2016 sebanyak 703 dan tahun 2017 berjumlah 561, turun 20 persen,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan kendaraan bermotor dalam Operasi Lilin Jaya 2017. “Barang bukti yang disita, SIM sebanyak 481, STNK 748 dan kendaraan bermotor 10 unit,” katanya.

Ia menyembutkan, Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat menilang 110 pelanggar, Jakarta Utara 37, Jakarta Barat 82, Jakarta Timur 469, dan Jakarta Selatan nihil.

“Kemudian, Tangerang Kota 145 pelanggar, Tangerang Selatan 21, Bekasi Kota 114, Bekasi Kabupaten 0, Depok 46, Polres Bandara Soekarno-Hatta 22, Satuan Pamwal 71, dan Satuan Gatur 58,” tandasnya.

Dikatakan, sepeda motor mendominasi jumlah kendaraan yang melakukan pelanggaran dengan jumlah 893. Sedangkan, pada Operasi Lilin Jaya tahun 2016 sebanyak 743, naik sekitar 20 persen. Kemudian, mobil penumpang tahun 2016 berjumlah 365, tahun 2017 sebanyak 244, mengalami penurunan 33 persen.

“Mobil barang pada tahun 2016 sebanyak 58, sementara tahun 2017 berjumlah 65, naik 12 persen. Sedangkan, mini bus tahun 2016 berjumlah 17 dan tahun 2017 sebanyak 37, naik 118 persen,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi pada Operasi Lilin Jaya 2017 adalah melanggar marka jalan sebanyak 158, kelengkapan surat kendaraan 156, melanggar rambu berhenti 125, dan melawan arus 63.

“Kemudian, tidak menggunakan helm berjumlah 97, berboncengan lebih dari satu orang 24, tidak menyalakan lampu utama 24, dan lainnya,” katanya.

Sumber: BeritaSatu.com

Tags

Artikel Terkait

Close