HUKUM

Sandi Bantah Bazis DKI Memungut Zakat secara Ilegal

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga uno menjadi penbicara focus group discussion (FGD) di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (18/4). Sandi berharap, perolehan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) saat Ramadan semakin meningkat. (Foto: Reza/beritajakarta.id)

Jakarta Review, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membantah dengan keras bahwa Badan Amal, Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) DKI Jakarta memungut zakat secara ilegal. Hal tersebut disampaikan oleh Sandi dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kepastian Kelembagaan dan Pengelolaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Rabu (18/4).

“Alhamdulilah masyarakat tidak terpengaruh dan tadi saya sampaikan di FGD ini,” ujar Sandi.

Oleh karena itu, Sandi mengaku kaget pernyataan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo bahwa Bazis DKI ilegal.

“Saya langsung tersentak gitu loh,” kata Sandi.

Menurut Sandi, Bazis DKI sudah melekat di pikiran masyarakat ibu kota untuk berzakat. Bahkan, kata Sandi, ketika memasuki Ramadan, masyarakat yang ingin berzakat dan penerima zakat langsung mengingat Bazis DKI.

“Jadi brand ini sangat kuat, ini sudah organisasi pertama yang dibangun 1968. Lebih tua dari saya,” tutur Sandi.

Namun demikian lanjut Sandi, pihaknya bersama DPRD akan membahas ulang payung hukum Bazis DKI agar peluang melanggar hukum hilang.

“Kita akan sinkronkan aturan di Pemprov DKI dan pemerintah pusat,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya ramai diberitakan, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Bambang Sudibyo mengatakan Badan Amal Zakat, Infaq dan Shadaqah (Bazis) DKI Jakarta secara ilegal memungut zakat dari masyarakat karena tidak memiliki dasar hukum untuk beroperasi.

“DKI lembaganya masih Bazis. Itu melanggar Undang-undang dan anggota pimpinan komisioner tidak dipilih sesuai Undang-undang dan peraturan pemerintah,” kata Bambang di sela Rakernas Baznas 2018 di Bali, Jumat (23/3).

Sumber: jpnn

Tags

Artikel Terkait

Close