HUKUMMEGAPOLITAN

Ini Jawaban RS Mitra Keluarga Kalideres Soal Dugaan Penelantaran Pasien

RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat. (poskotanews.com)

Jakarta Review – Rumah Sakit Mitra Keluarga (MK)  Kalideres buka suara terkait dengan kasus meninggalnya Debora. Dalam keterangannya secara tertulis, pihak RS MK Kalideres menjelaskan pihaknya sudah memberikan pelayanan kesehatan terhadap Debora saat baru datang.

Debora, menurut RS MK Kalideres saat dibawa orangtuanya dalam keadaan tidak sadar dengan kondisi tubuh tampak membiru. Debora disebut lahir premature dan mempunyai riwayat penyakit jantung bawaan (PDA) serta  keadaan gizi kurang baik .

Dalam pemeriksaan,  Debora dalam keadaan nafas berat, dan, dahak banyak, saturasi oksigen sangat rendah serta suhu badan 39 derajat celcius.

“Pasien segera dilakukan tindakan penyelamatan nyawa (life saving) berupa: penyedotan lendir, dipasang selang ke lambung dan intubasi (pasang selang nafas ), lalu dilakukan bagging (pemompaan oksigen dengan menggunakan tangan melalui selang nafas), infus, obat suntikan dan diberikan pengencer dahak (nebulizer). Pemeriksaan laboratorium dan radiologi segera dilakukan. Kondisi setelah dilakukan intubasi lebih membaik, sianosis (kebiruan) berkurang, saturasi oksigen membaik, walaupun kondisi pasien masih sangat kritis. Kondisi pasien dijelaskan kepada Ibu pasien, dan dianjurkan untuk penanganan selanjutnya di ruang khusus ICU,” tulis RS MK Kalideres, Minggu (10/9/2017) seperti dikutip poskotanews.com.

Orangtua Debora, disebut pihak RS MK Kalideres merasa keberatan dengan biaya perawatan di ICU. Karena rumah sakit itu tidak memiliki layanan BPJS Kesehatan, dokter membantu merujuk pasien ke rumah sakit lain.

“Maka dokter menawarkan kepada ibu pasien untuk dibantu merujuk ke RS yang bekerjasama dengan BPJS, demi memandang efisiensi dan efektivitas biaya perawatan pasien. Ibu pasien menyetujui. Dokter membuat surat rujukan dan kemudian pihak RS berusaha menghubungi beberapa RS yang merupakan mitra BPJS. Dalam proses pencarian RS tersebut baik keluarga pasien maupun pihak RS kesulitan mendapatkan tempat,” demikian menurut RS MK Kalideres.

Dijelaskan,  pada jam 09.15 akhirnya keluarga mendapatkan tempat di salah satu Rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS. Dalam saat bersamaan, perawat yang menjaga dan memonitoring pasien memberitahukan kepada dokter bahwa kondisi pasien mendadak memburuk.

“Dokter segera melakukan pertolongan pada pasien. Setelah melakukan resusitasi jantung paru selama 20 menit, segala upaya yang dilakukan tidak dapat menyelamatkan nyawa pasien,” terang RS MK Kalideres.

Sebelumnya, kasus meninggalnya bayi Debora sempat viral di media sosial. Debora disebut ditolak dirawat di ruang khusus oleh RS MK Kalideres karena keluarga tidak sanggup membayar uang muka sebesar yang diminta. Debora akhirnya meninggal dunia di rumah sakit itu. (win)

Tags
Close