MEGAPOLITANSekitar Jakarta

Jadi Kepala Preman Baru, Ahok Maksimalkan Pendapatan Lahan Parkir

foto
foto

Jakarta Review – Kericuhan yang terjadi antara Forum Betawi Rempug (FBR) dengan warga di Pasar Gembrong pada Sabtu, 8 Agustus 2015 yang akibatkan dua warga terluka karena sayatan senjata tajam dan terinjak-injak. Ada pula satu unit sepeda motor milik anggota FBR yang dibakar warga.

Warga sekitar menyebut kurang lebih 30 orang yang mengenakan atribut FBR menyerang sekelompok tukang parkir. Insiden itu diduga karena salah satu tukang parkir menggunakan atribut ormas lainnya, yakni Pemuda Pancasila.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan benturan organisasi masyarakat yang menguasai lahan parkir di Ibu Kota memang tak terhindarkan. Sebab, potensi ekonomi yang bisa dikeruk dari bisnis parkir sangat menggiurkan.

Ahok (sapaan akrab Basuki) menyebutkan, setahun saja DKI sebenarnya bisa meraup Rp 1,8 triliun. Nyatanya, hanya sekitar Rp 26 miliar yang masuk ke kas daerah.

Oleh karenanya, demi memaksimalkan potensi pendapatan dari parkir, Ahok mengaku siap bergesekan dengan ormas sekali pun. Cara Ahok ialah menggaji petugas parkir di lapangan dua kali upah minimum provinsi dan memasang mesin terminal parkir.

Menggaji petugas parkir dua kali itu sama saja saya bertindak menjadi kepala preman baru, kata Ahok di Balai Kota, Senin (10/8).

Menurut Ahok, kebijakan itu disambut positif oleh para petugas parkir. Sebab, pendapatan petugas parkir akan naik signifikan ketimbang sistem setoran pada ormas.

Namun, Ahok menyadari bila oknum ormas tidak akan terima karena lapak rejeki mereka diusik. Makanya Pemerintah DKI pasti akan berbenturan kalau menertibkan parkir ini, tandasnya. (Tika)

Tags

Artikel Terkait

Close