HUKUMMEGAPOLITAN

Jejak Perbaikan Layanan Lantas Polda Metro Jaya

Ada pembaharuan layanan, tapi ada juga modus penipuan STNK dan BPKB Palsu

JAKARTA REVIEW – Pelayanan sekaligus penegakan hukum bidang lalu lintas (lantas) terus digalakkan. Kepala Subdit  Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji mengaku, sudah ada banyak perbaikan sistem pembaharuan seperti, Dhrive Thrue, Samsat Corner, Payment Point, dan lainnya.

“Dengan sistem pembayaran seperti itu, para wajib pajak tidak terkosesntrasi di Polda Metro Jaya, sehingga menjadi lebih simpel dan efisien dari sisi waktu dan biaya. Para wajib pajak bisa menyesuaikan waktu dan tempat untuk membayar pajak, tanpa harus mengikuti antrian yang panjang. Mudahnya sistem pembayaran pajak itu secara otomatis akan meningkatkan tax ratio dari pajak kendaraan bermotor yang nota bene bisa menambah kontribusi pajak buat negara yang kan dialokasikan buat  biaya pembangunan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Layanan SIM dan STNK keliling

Misalnya, dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor, para wajib pajak hanya cukup bermodalkan  foto copy KTP serta foto copy STNK, mereka cukup mendatangi gerai-gerai (payment point) yang telah ditetapkan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya yang rencananya tersebar di berbagai wilayah di Jabodetabek.

Sementara pada unit STNK sendiri Ditlantas sudah memberlakukan program pemutihan atau pembebasan denda pajak dan Balik Nama Kendraan Bermotor (BNKB). Lalu, pada unit SIM yang dalam sehari bisa mencapai 2000 pemohon, maka pengurusannya bisa dilakukan secara online. Bahkan KTP seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke pun sudah bisa mengurus SIM di DKI Jakarta. “Model atau cara ini juga akan dicoba untuk kepengurusan STNK,” imbuhnya.

Pada akhir November lalu, pemutihan denda surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) dan balik nama kendaraan bermotor di wilayah DKI. Layanan pemutihan sesuai dengan surat edaran dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD).

Selain itu, belum lama ini, jajaran Polda Metro Jaya membongkar sindikat pemalsuan dokumen atau surat-surat kendaraan bermotor, seperti STNK dan BPKB. Setidaknya, ada tujuh orang yang diamankan petugas, yaitu SA (52), THS (49), BW (33), SG (48), IS (56), dan AT (44) yang ditangkap di tempat berbeda-beda.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, aksi mereka terbongkar setelah petugas menggelar operasi kendaraan bermotor. Dalam operasi itu, petugas mendapati salah satu pengendara mobil yang menunjukkan STNK bodong.

Para pelaku sengaja membeli kendaraan berbagai jenis ke jasa kredit kemudian tidak dilanjutkan dan dibuatkan STNK dan BPKB palsu. Kemudian setelah dipastikan mirip dengan STNK dan BPKB asli yang dikeluarkan polisi, kendaraan itu dijual kepada orang lain menyesuaikan harga pasaran dengan sistem dua kali bayar.

“Misal mobil seharga Rp300 juta, dijual dengan harga Rp 150 juta kekurangannya dibayar beberapa tahun kemudian. Lalu, korban tak diberitahu kalau itu kendaraan overkredit. Setelah surat-surat palsu diberikan, uang diterima, pelaku menghilang,” ujar Argo. (Nap)

Tags
Close