BIROKRASIMEGAPOLITAN

Kordinasi dengan PPKK Kunci Sukses Penataan Kebon Kosong  

Kantor Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. (win)

Jakarta Review –  Wilayah Kelurahan Kebon Kosong adalah lokasi unik yang ada di Kecamatan Kemayoran. Pasalnya dari 13 rukun warga (RW) yang ada, hanya 3 RW yang murni masuk ke wilayah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selebihnya masuk ke wilayah Pusat Pengelola Kawasan Kemayoran (PPKK).

“Jadi walaupun secara demografi adalah warga DKI, pada wilayah yang masuk di kawasan Hak Pengelolaan Lahan PPKK karena keterbatasan kewenangan yang dimiliki Pemprov DKI, kami nggak bisa masuk melakukan penataan wilayah,” ujar Lurah Kebon Kosong Dwi Sigit Hariyono kepada Jakarta Review Jum’at (19 Mei 2017).

Masalah keterbatasan kewenangan ini membuat usulan warga yang setiap tahun diajukan dalam musrenbang tidak bisa dieksekusi. Akibatnya masih banyak warga yang nggak bisa merasakan jalan di lingkungannya rapi seperti wilayah yang lain.

“Ini masalah paling berat buat saya. Saya tahu ini bukan soal ego sektoral apalagi keterbatasan anggaran, tapi ya soal keterbatasan kewenangan itu tadi yang membuat kami secara hukum nggak bisa masuk melakukan penataan bahkan dibawa sampai tingkat walikota selalu mentah begitu saja,” jelasnya.

Namun demikian lanjut Dwi, dirinya tak mau menyerah dengan keadaan yang tidak ideal ini. Apapun hambatannya demi penataan wilayah yang lebih baik, dirinya selalu siap mengupayakannya. Ini termasuk kordinasi yang intens dengan pihak PPKK selaku pemilik lahan saat kami mengajukan permohonan lahan untuk dijadikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dan penataan PKL di kawasan Masjid Akbar ke Kawasan Lenggang Jakarta Kemayoran.

“Kordinasi yang intens dengan PPKK berhasil dalam kasus penataan PKL di Masjid Akbar ke Lenggang Jakarta Kemayoran, dan saya yakin akan ada solusi juga untuk RPTRA dan TPST,” tandasnya.

Kedepan Dwi berharap wilayah PPKK yang sudah ditertibkan segera dilakukan penataan. Sebab kalau tidak di lahan tersebut akan diduduki kembali oleh warga dan ini terus-terang akan menimbulkan persoalan baru lagi yang boleh jadi lebih pelik untuk diatasi.

“Sejauh ini ada banyak wilayah yang sudah dibebaskan termasuk sekitar Kantor Kelurahan Kebon Kosong, tapi karena didiamkan saja dan tidak segera ditata, akhirnya perlahan-lahan warga masuk lagi,” pungkasnya. (win)

Tags

Artikel Terkait

Close