MEGAPOLITAN

Pembebasan Lahan LRT Jabodebek Rampung Akhir Juli

Sejumlah pengendara kendaraan melintas di dekat area proyek pembangunan infrastruktur Light Rail Transit (LRT) di ruas Jalan Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp)

Jakarta Review, Jakarta – Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan LRT Jabodebek ditargetkan bisa rampung pada akhir Juli ini dan dapat mulai beroperasi pada awal 2021.

Pembahasan mengenai progres pembebasan lahan proyek tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Selasa.

Dalam rapat tersebut turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri serta Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk (Persero) Budi Harto selaku kontraktor proyek.

“Pembebasan lahan paling lambat akhir Juli 2019. Mudah-mudahan bisa 100 persen. Sekarang beda-beda, di depo (rampung) 80 persen lebih, di Jakarta Timur berapa, beda-beda tapi semua sepakat kalau sesuai ‘time schedule’. Akhir Juli mudah-mudahan sudah oke semua,” kata Sofyan Djalil.

Menurut Sofyan, pembebasan lahan untuk kepentingan publik sedianya memang membutuhkan waktu. Hal itu lantaran adanya sejumlah faktor misalnya ketidaklengkapan dokumen hingga masalah warisan.

Ada pun secara total, pembebasan lahan telah mencapai sekitar 70 persen.

“Biasalah kalau bebaskan lahan untuk kepentingan publik kan ada dokumen enggak cukup, masalah warisan, ada yang keberatan terpaksa kita konsinyasi, kemudian ada verifikasi BPKP, verifikasi oleh LMAN. Pak Menko (Luhut) ingin semua itu sesuai dengan ‘schedule’ sehingga semua bisa bekerja bersama,” ujarnya.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menjelaskan pembebasan lahan masih terus dilakukan terutama di Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

“Kita target akhir Juli bisa selesai. Di depo dan ada beberapa yang signifikan di Bekasi dan Kabupaten Bekasi,” katanya.

Zulfikri menyebut tidak ada masalah berarti dalam progres pembebasan lahan. Prosesnya pun terus berjalan dan dipastikan akan diselesaikan sesuai target.

“(Masalah) proses saja. Kan di situ ada lahan punya privat, ada penggarap juga di situ,” katanya seraya menambahkan ada 181 bidang tanah yang dimiliki swasta.

Sementara Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menjelaskan progres pekerjaan konstruksi hingga 21 Juni 2019 telah mencapai 63,13 persen dengan rincian jalur Cawang-Cibubur sebesar 82,8 persen; Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 52,1 persen; dan Cawang-Bekasi Timur 57,1 persen.

“Jadi kita fokusnya sekarang pembebasan lahan. Ini sudah hampir selesai, tinggal pembebasan tanah di depo saja. Target beroperasi awal 2021,” katanya.

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Close